Kabut Asap Kian Parah, Mahasiswa Balikpapan Bagi-bagi Masker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar menggunakan masker akibat kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, 10 September 2015. Kualitas udara yang memburuk memaksa sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. REUTERS/Beawiharta

    Pelajar menggunakan masker akibat kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, 10 September 2015. Kualitas udara yang memburuk memaksa sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan mahasiswa Balikpapan, Kalimantan Timur, menggelar aksi simpatik dengan membagikan masker pernapasan gratis kepada setiap pengendara kendaraan bermotor. Aksi ini sebagai wujud keprihatinan atas makin parahnya sebaran kabut asap kiriman dari Kalimantan Tengah dan Barat.

    “Membagikan masker sebagai bentuk kepedulian kepada warga Balikpapan,” kata salah seorang mahasiswa Balikpapan, Yanti, Jumat, 18 September 2015.

    Mahasiswa Balikpapan membagikan masker gratis kepada pengendara kendaraan bermotor di perempatan komplek perumahan Balikpapan Baru. Mereka menyiapkan sebanyak 1.500 masker pernapasan yang segera ludes dalam sekejap.

    Warga Balikpapan terlihat antusias atas kepedulian para mahasiswa ini. Sebab, permasalahan kabut asap di Balikpapan memang kian parah dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

    Warga Balikpapan sudah mulai terdampak kabut asap kiriman sejak dua pekan terakhir. Namun kini kabut asap kian pekat dan jelas terlihat pada dinihari hingga jelang siang sekitar pukul 10.00 waktu Indonesia bagian tengah.

    Kabut asap sudah terasa sejak dua pekan lalu saat ada kebakaran hutan di wilayah Kalimantan Tengah dan Barat. Saat itu kabut asap masih terlihat samar-samar, sehingga belum mengganggu aktivitas warga.

    Namun sekarang kabut asap sudah benar-benar mengganggu rutinitas harian warga Balikpapan. Kabut asap menyebabkan mata pedih serta mengganggu pernapasan manusia.

    Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) Balikpapan, Kalimantan Timur, menyatakan sebanyak 1.363 titik panas terpantau ada di Pulau Kalimantan. Titik panas, atau biasa disebut hotspot, terpantau lewat satelit Terra Aqua yang melintasi Kalimantan.

    Titik panas tersebut mayoritas terpantau ada di wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 856 titik. Lokasinya terletak di Kabupaten Pulang Pisau yang mempunyai 222 titik panas.

    Wilayah Kalimantan Timur menempati urutan kedua titik panas, yakni 231 titik. Penyebarannya meliputi wilayah Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.

    Adapun titik panas Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat masing-masing terpantau ada 152 dan 113 titik. Kalimantan Utara menempati peringkat bawah, yakni sebelas titik panas.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.