Data Penduduk Kota Bandung: Siang 3 Juta, Malam 2 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mendata KTP penumpang bus di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, 25 Juli 2015. Dinas Kependudukan & Catatan Sipil melakukan operasi yustisi berbarengan dengan kedatangan arus balik pemudik dari bus antar kota antar provinsi yang masuk Cicaheum. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas mendata KTP penumpang bus di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, 25 Juli 2015. Dinas Kependudukan & Catatan Sipil melakukan operasi yustisi berbarengan dengan kedatangan arus balik pemudik dari bus antar kota antar provinsi yang masuk Cicaheum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung Wuryani mengakui fenomena bertambahnya jumlah penduduk Kota Bandung pada siang hari dan berkurang pada malam hari. Menurut dia, fenomena pertambahan jumlah penduduk itu disebabkan banyaknya pendatang dari luar untuk bekerja atau berkunjung ke Bandung.

    "Pihak kami belum melakukan penelitian lebih lanjut mengenai fenomena tersebut, tapi memang ada. Karena orang-orang dari Kabupaten Baleendah, Ciparay, Ciwidey, dan lainnya banyak yang berdagang atau bekerja di Kota Bandung," kata Wuryani di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, Rabu, 16 Sepetember 2015

    Adapun jumlah penduduk yang diperoleh lewat sensus pada data terakhir tahun 2014 berjumlah 2.748.733. Namun jumlah tersebut didapat dari hasil sensus KTP yang memang berasal dari Kota Bandung. Di lain pihak jumlah penghuni Kota Bandung sendiri sudah mencapai angka lebih dari 3 juta jiwa, termasuk penduduk non-kota yang tinggal di dalam kota.

    "Normalnya penduduk Bandung itu 2 jutaan, tapi nyatanya sampai 3 jutaan lebih. Nah, kenapa? Karena banyak mahasiswa yang sempat kuliah di Bandung akhirnya mencari kerja juga di Bandung. Walaupun sudah lebih dari satu atau empat tahun tinggal di Kota Bandung, mereka tetap menggunakan KTP daerah," ujar Wuryani.

    Menurut undang-undang, pendatang yang tinggal di daerah tertentu dalam jangka panjang seharusnya beralih kependudukan sementara di tempat itu. Hal ini dimaksudkan agar saat melakukan perizinan atau pemilu, pendatang lebih mudah melakukannya. Wuryani mengatakan setiap kali pihaknya melakukan razia hampir 90 persen bukan ber-KTP Bandung.

    "Walau sudah ada E-KTP tetap saja ketika mau membeli motor atau lainnya dengan mencicil akan susah kalau tidak punya KTP Bandung. Padahal mereka sudah domisisli lama di sini. Seharusnya pindah kependudukan sementara agar memudahkan. Sebenarnya fenomena ini tak cuma di Bandung. Di kota-kota besar juga pasti ada," ujarnya.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.