Harga Anjlok, Petani Bima Blokir Jalan dengan Bawang Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bawang Merah. TEMPO/Hariandi Hafid

    Ilustrasi Bawang Merah. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Bima - Warga dan para petani Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 15 September 2015, berunjuk rasa karena anjloknya harga bawang merah beberapa bulan belakangan. Mereka memblokir jalan dengan menyebarkan bawang merah ke tengah jalan.

    Aksi dimulai sekitar pukul 09.30 Wita di jalan lintas Ngali-Karumbu. Pengunjuk rasa yang didominasi para petani bawang merah itu meminta pemerintah memperhatikan nasib petani dan tidak menutup mata pada anjloknya harga bawang merah.

    Salah seorang warga, Adika Dahlan, mengatakan, bawang merah merupakan komoditi unggulan Kabupaten Bima. Bahkan bawang di sana mendapatkan perhatian khusus Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Bima beberapa waktu lalu.

    “Kami sangat kecewa dengan anjloknya harga bawang merah. Tidak ada perhatian dari pemerintah. Padahal, harga pestisida dan obat-batan untuk perawatan tanaman bawang merah sangat tinggi,” kata Adika.

    Adika juga mengatakan, para petani harus membeli bibit bawang merah hasil pengadaan oleh pemerintah dengan harga mahal. Yaitu Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Namun, setelah panen, pemerintah tak mau membantu menjualkan bawang. Padahal harga bawang merah di pasaran sangat rendah.

    Adika juga mempertanyakan pembelian bawang merah di tiga kecamatan dengan anggaran Rp 18 miliar. Namun, pada kenyataannya hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar.

    Para pengunjuk rasa mengancam tidak akan membuka blokir jalan sampai pemerintah segera bersikap dan menetapkan standar harga minimum harga bawang merah. “Kami akan buka blokir jika harga bawang merah sudah ditetapkan, minimal Rp 1,5 juta per kilogram,” ujar Adika.

    Aparat Pemerintah Kecamatan Belo yang dibantu anggota Kepolisian Sektor Belo dan petugas Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pertanian tengah bernegosiasi dengan warga desa. Salah seorang petugas kecamatan menjanjikan paling lambat tiga hari akan dilakukan pertemuan antara warga dan petani bawang merah dengan instansi terkait di Kabupaten Bima. “Warga dan petani bisa membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten Bima, bagaimana caranya menstabilkan harga bawang merah,” ucap seorang petugas UPT Dinas Pertanian.

    Akhirnya pada pukul 11.30 Wita warga desa dan petani bersedia membuka blokir jalan. Namun, mereka mengancam akan kembali menutup jalan jika tidak ada langkah yang konkret menyelamatkan nasib petani dengan cara segera menaikkan harga bawang merah.

    AKHYAR M. NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.