Kabut Asap, Jam Belajar Sekolah di Palangkaraya Dikurangi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu lintas kendaraan terganggu akibat pencemaran udara yang tinggi di Beijing, Cina, 15 Januari 2015. Beijing mengeluarkan peringatan asap pertama pada 2015. Udara stagnan dan lembab telah memperburuk polusi udara yang menyebabkan kabut asap tebal. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Lalu lintas kendaraan terganggu akibat pencemaran udara yang tinggi di Beijing, Cina, 15 Januari 2015. Beijing mengeluarkan peringatan asap pertama pada 2015. Udara stagnan dan lembab telah memperburuk polusi udara yang menyebabkan kabut asap tebal. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mulai mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Sejumlah sekolah di Kota Palangkaraya memangkas jam belajar-mengajar sekitar dua jam dari waktu normal.

    "Kami telah menginstruksikan kepada semua sekolah untuk memundurkan jam masuk sekolah dari waktu normal pukul 06.30 WIB menjadi pukul 07.30, tergantung kondisi. Kemudian untuk jam pulang dimajukan satu jam dari waktu normal, misalnya pulang pukul 13.00 dimajukan menjadi pukul 12.00," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya Norma Hikmah ketika dihubungi, Kamis, 3 September 2015.

    Selain waktu yang dikurangi, menurut Norma, pihaknya melarang sekolah menggelar aktivitas siswa di luar kelas, seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah juga diwajibkan memberikan pelajaran tambahan berupa pekerjaan rumah, agar siswa terus belajar.

    "Semua ini kami lakukan untuk meminimalkan dampak kabut asap bagi kesehatan siswa saat bersekolah," tutur Norma.

    Untuk diketahui, saat ini jumlah siswa di Kota Palangkaraya tahun 2015 mencapai 51.875, terdiri atas 29.254 siswa SD, 12.106 murid SMP, dan 10.515 siswa SMA/SMK.

    Dinas Pendidikan Kota menyatakan pihaknya akan meliburkan sekolah jika kabut bertambah tebal. "Tidak menutup kemungkinan, bila asap semakin tebal, kami akan meliburkan sekolah," kata Norma.

    Secara terpisah, Kepala Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Usman Effendy mengatakan, sejak pukul 06.00 WIB, jarak pandang penerbangan (visibility) di bandara yang dipimpinnya hanya 400-600 meter, sedangkan untuk jarak pandang untuk landing 700 meter.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.