Asap Masuk Rumah, Warga Riau Mengeluh Sesak Napas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 1 September 2015. ANTARA/FB Anggoro

    Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 1 September 2015. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kian pekat di Riau. Akibatnya, jarak pandang menurun hingga 600 meter. Suasana gelap lantaran sinar matahari redup tertutup asap dan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, terganggu.

    Aroma asap pekat yang menusuk hidung membuat warga mengeluh sesak bernapas. "Asap mulai masuk rumah," kata warga Tembilahan, Nursyamsiati, kepada Tempo, Rabu, 2 September 2015.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru menyebutkan kabut asap mulai pekat di Riau sejak tiga hari terakhir. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Sumatera turut menambah dampak asap di Riau.

    Embusan angin bergerak dari tenggara hingga selatan membuat asap berkumpul di wilayah Riau. "Terlebih titik panas di Riau tiga hari terakhir meningkat," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru.

    Slamet mengatakan, pada 28 Agustus 2015, titik panas di Riau relatif sedikit, hanya empat titik panas. Namun kabut asap tetap saja menyelimuti Riau karena kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan yang tengah dilanda bencana kebakaran lahan.

    Saat ini, kata Slamet, asap semakin pekat karena tiga hari belakangan terjadi lonjakan titik panas di wilayah Riau bagian selatan, seperti Pelalawan 46 titik dan Indragiri Hilir 29 titik. "Selain asap kiriman, juga disebabkan asap dari Riau sendiri," tuturnya.

    Meski demikian, kata Slamet, sebaran kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan di Sumatera tidak berpotensi mengganggu negeri jiran Malaysia dan Singapura. Sebab, embusan angin di atas ketinggian 5.000-10.000 kaki bergerak ke arah timur. "Asap masih berada di seputaran Sumatera. Paling tidak hanya mengganggu Sumatera Barat," ucapnya.

    BMKG Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau 559 titik panas yang tersebar di Sumatera. Tiga daerah disebut sebagai penyumbang titik panas paling banyak, yakni Sumatera Selatan 220 titik, Jambi 169 titik, dan Riau 134 titik. Kemudian Bangka Belitung 26 titik, Sumatera Barat 6 titik, dan Lampung 4 titik.

    Untuk wilayah Riau, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yakni Pelalawan 46 titik, Kampar 13 titik, Kuantan Singingi 11 titik, Indragiri Hilir 29 titik, Indragiri Hulu 21 titik, Siak 4 titik, Rokan Hulu 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, Bengkalis 3 titik, Dumai 1 titik, dan Meranti 1 titik.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.