Bahaya, Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah Masuk Siaga 1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berusaha memadamkan api yang membakar lahan tidak jauh dari pemukiman di Kelurahan Baamang Barat, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, 7 September 2014. Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap tebal dan terganggunya tiga jalur transportasi, darat, laut dan udara. ANTARA/Untung Setiawan

    Warga berusaha memadamkan api yang membakar lahan tidak jauh dari pemukiman di Kelurahan Baamang Barat, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, 7 September 2014. Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap tebal dan terganggunya tiga jalur transportasi, darat, laut dan udara. ANTARA/Untung Setiawan

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah sudah masuk kategori siaga satu. "Karena asapnya sudah parah dan mengganggu penerbangan,"  kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Nandang Prihadi di Palangkaraya, Selasa, 1 September 2015.

    Selama ini dikenal tiga kategori tahap siaga yang diawali, paling bawah yakni siaga tiga  dimana kondisi udara normal dan tidak ada asap.

    Kemudian naik,  siaga dua,  bila mana ada asap tapi belum mengganggu kehidupan. Lalu yang paling parah adalah siaga satu dimana kondisi asap sudah mengganggu penerbangan.

    Jumlah titik api sejak Januari 2015 hingga sekarang, mencapai 1.291 titik. Khusus pada bulan Agustus, katanya,  jumlah titik apinya mencapai 800 titik atau naik 30% dibanding Juli 2015.

    Data hotspot bulan Agustus terdapat 800 titik tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur ( 140 hotspot), Pulang Pisau (109), Seruyan (105), Kapuas (94), Kotawaringin Barat (82), Katingan (61), Sukamara (59), Barito Selatan (50), Kota Palangkaraya (34), Lamandau (32), Gunung Mas (18), Barito Utara (10), Barito Timur dan Murung Raya (5).

    Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan saat ini telah diturunkan 2 helikopter bantuan dari BNPB yaitu helikopter jenis Bell 214B yang telah beroperasi sejak 15 Agustus 2015.  

    Helikopter itu sudah melakukan penerbangan sebanyak 32 kali serta melakukan pengeboman air dari udara (waterboombing) sebanyak 1.145 kali di lokasi yang tersebar di Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Pulang Pisau.

    Untuk helikopter yang kedua berjenis Kamov,  mulai beroperasi sejak 29 Agustus, sudah terbang sebanyak 8 kali dengan 100 kali waterboombing di lokasi yang tersebar di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Brigong Tom Moenandaz mengatakan, saat ini kendala yang dihadapi pihaknya dalam operasional yakni masih minimnya biaya operasional.

    "Saat ini operasional kami hanya berasal dari dana  tak terduga yang besarnya kurang dari Rp 1 miliar saja dan itu masih kurang,"  katanya.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.