Tragedi Trigana Air, 54 Jenazah Diterbangkan ke Jayapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Militer, kepolisian dan tim Basarnas mengangkat empat peti jenazah berisikan jenazah korban jatuhnya Trigana Air di bandara Sentani di Jayapura, Papua, 19 Agustus 2015. REUTERS

    Sejumlah anggota Militer, kepolisian dan tim Basarnas mengangkat empat peti jenazah berisikan jenazah korban jatuhnya Trigana Air di bandara Sentani di Jayapura, Papua, 19 Agustus 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Operasional Badan SAR Nasional Heronimus Guru mengatakan semua jenazah korban jatuhnya Trigana Air sudah diterbangkan ke Sentani, Jayapura. Hari ini, 50 jenazah diangkut menggunakan pesawat udara dari Oksibil ke Lapangan Udara Jayapura.

    "Sebanyak 50 jenazah diangkut menggunakan tiga pesawat sejak pukul 08.37 WIT tadi," kata Heronimo, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Sebelumnya, empat jenazah sudah dibawa rombongan Kepala Basarnas kemarin sore. Total korban tewas dalam kecelakaan tersebut adalah 54 orang.

    Jenazah sebelumnya diangkut melalui jalur darat dari lokasi kecelakaan ke Rumah Sakit Umum Daerah Oksibil. Pengangkutan 54 jenazah melalui darat rampung tadi malam.

    Pada pukul 08.37 WIT, kata Heronimo, sepuluh kantong jenazah dievakuasi ke Sentani menggunakan helikopter MI 17 TNI AD. Gelombang kedua, sebanyak 15 kantong jenazah, dibawa pada pukul 08.41 WIT menggunakan twin otter Trigana Air. Terakhir, 25 jenazah diangkut pukul 10.08 WIT dengan ATR 42 Trigana.

    Dengan dikirimnya semua jenazah, Heronimo mengatakan, operasi Basarnas sudah selesai. "Tugas Basarnas adalah cari, tolong, dan evakuasi. Sekarang sudah selesai," ucapnya.

    Walau begitu, tim Basarnas masih diperbantukan di lapangan untuk mencari keberadaan flight data recorder pesawat. Sebelumnya, dari dua bagian black box, baru cockpit voice recorder yang ditemukan.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    VIDEO TERKAIT:

    Mengenal Tim Elit Basarnas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.