Deru Motor Harley Bisa Rusak Candi Prambanan?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elanto Wijoyono memalangkan sepedanya ditengah jalan saat memberhentikan laju konvoi motor gede (moge) di perempatan Condong Catur, Yogyakarta, 15 Agustus 2015. youtube.com

    Elanto Wijoyono memalangkan sepedanya ditengah jalan saat memberhentikan laju konvoi motor gede (moge) di perempatan Condong Catur, Yogyakarta, 15 Agustus 2015. youtube.com

    TEMPO.CO, Sleman - Keberadaan komunitas Harley Davidson di Yogyakarta dalam rangka memperingati HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia ternyata juga dikeluhkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Lembaga itu khawatir deru mesin motor besar tersebut dapat merusak konstruksi batu di Kompleks Candi Prambanan.

    Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta Dwi Wahyu Astuti mengatakan pihaknya saat ini sedang  mengevaluasi dan meneliti dampak suara motor Harley terhadap candi-candi di Prambanan. Menurut dia, suara kendaraan bermotor di atas 70 desibel bisa mempengaruhi konstruksi batu-batu candi. "Kalau terlalu menderu-deru bisa mempengaruhi dan getarannya bisa menimbulkan kerusakan," ujarnya, Senin, 17 Agustus 2015.

    Sebelumnya, keberadaan komunitas Harley Davidson di Yogyakarta menimbulkan protes sejumlah kalangan di kota itu. Seorang aktivis, Elanto Wijoyono, bahkan memberanikan diri menghentikan konvoi ratusan motor besar itu di perempatan Condong Catur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

    Dia menghentikan konvoi karena merasa para pengendara Harley Davidson telah bertindak sewenang-wenang dengan menerobos lampu lalu lintas. Komunitas Harley itu berada di Yogyakarta untuk mengikuti acara Jogja Bike Rendezvous yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun kemerdekaan RI.

    Astuti mengatakan jika dalam penelitian nantinya ada efek suara yang bisa berpotensi merusak konstruksi, maka pihaknya tidak akan memperbolehkan lagi pergelaran dengan suara yang menggelegar seperti itu. "Izin dari pusat, tidak diperbolehkan di area candi, tetapi di lapangan Brahma," ujarnya.

    "Kami akan evaluasi apakah suara itu menggangu kelestarian candi kami," kata dia. Dia menambahkan, bahkan terjun payung pun juga sebenarnya dilarang di lokasi candi. Sebab, bisa saja penerjun menyangkut di puncak candi.

    Koordinator Masyarakat Advokasi Budaya Jhohanes Marbun mengatakan suara keras akan menimbulkan kerusakan pada bangunan, terutama konstruksi batu candi. Apalagi candi merupakan bangunan kuno. "Juga tidak ada korelasi tema secara substansi antara yang diusung oleh Candi Prambanan dengan konsep yang diusung oleh acara itu," kata dia.

    Berdasarkan informasi yang Tempo kumpulkan, suara motor Harley Davidson dengan knalpot standar berkisar antara 72-83 desibel, tergantung jenisnya. Suara itu dikeluarkan dalam kondisi gas motor didiamkan atau motor tak dijalankan. Sementara suara motor Harley dengan knalpot variasi bisa mencapai di atas 100 desibel.

    M SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.