HUT RI, Ratusan Siswa Bersepeda di Atas Sungai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paskibraka Nasional 2015 mengikuti gladi bersih Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Agustus 2015. Gladi bersih ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    Paskibraka Nasional 2015 mengikuti gladi bersih Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Agustus 2015. Gladi bersih ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBangkalan - Sidik, 26 tahun, bersiap di atas sepeda. Ketika pemandu mengucapkan aba-aba lewat pengeras suara, warga Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Madura, itu langsung mengayuh sepedanya di atas Sungai Tanjung yang berlumpur.

    Baru berjalan sekitar 3 meter, pria berbobot 80 kilogram itu langsung tercebur ke dalam sungai. Tawa penonton yang berjejalan di bantaran sungai pun langsung pecah melihat Sidik bangun dengan tubuh penuh lumpur berbau. "Walaupun gagal, saya tetap senang, demi memeriahkan hari kemerdekaan," kata Sidik, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    Lomba ketangkasan bersepeda di atas sungai tersebut digelar Kodim 0829 Bangkalan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Selain warga biasa, mayoritas peserta merupakan siswa perwakilan dari setiap sekolah, dari SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Bangkalan.

    Sebelum memulai lomba, para peserta terlebih dulu diberikan pertanyaan seputar wawasan kenegaraan, seperti nama-nama pahlawan, lima sila Pancasila, hingga rukun Islam. Kalau berhasil menjawab, para peserta baru bisa melanjutkan lomba bersepeda.

    Arena lomba berupa sambungan papan kayu selebar 20 sentimeter dan panjang lintasan sekitar 25 meter. Agar kuat dilintasi sepeda, papan itu ditopang potongan bambu yang ditancapkan ke dalam Sungai Tanjung, yang mengering akibat kemarau.

    Meski banyak peserta yang gagal, tak sedikit pula peserta yang berhasil melintas. Mereka yang berhasil mayoritas siswa sekolah dasar. Bobot tubuh yang ringan membuat mereka lebih mudah menjaga keseimbangan saat mengayuh sepeda.

    Komandan Kodim Bangkalan Letnan Kolonel Infantri Sunardi Isnanto mengatakan lomba kali ini memakai sistem gugur. Pemenangnya adalah peserta dengan catatan waktu tercepat yang berhasil melintasi sungai di atas papan kayu berlumpur. "Hadiahnya berupa trofi dan beasiswa tabungan pendidikan," ujarnya.

    Didin, seorang penonton, menilai lomba tersebut sangat menghibur. Dia juga mengaku baru pertama kali melihat lomba bersepeda di atas sungai. "Senang, karena cara jatuh para peserta lucu-lucu, ada yang nyungsep," ucapnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga