Renovasi Masjidil Haram, Penginapan Jemaah Jadi Lebih Jauh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji Kloter 1 Surabaya memasuki penginapan saat tiba di Mekah, Arab Saudi, (14/11). Sebanyak 453 jemaah haji Kloter 1 Surabaya mengawali kedatangan 4.426 jemaah dari 16 Kloter yang mulai memasuki kota Mekah. ANTARA/Pandu D

    Jemaah haji Kloter 1 Surabaya memasuki penginapan saat tiba di Mekah, Arab Saudi, (14/11). Sebanyak 453 jemaah haji Kloter 1 Surabaya mengawali kedatangan 4.426 jemaah dari 16 Kloter yang mulai memasuki kota Mekah. ANTARA/Pandu D

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin memastikan penginapan untuk jemaah haji selama berada di tanah suci telah siap.

    "Alhamdulillah semua sewa pemondokan dan hotel sudah tuntas," kata Lukman dalam rapat koordinasi ibadah haji di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Di Madinah, kata Lukman, seluruh jemaah haji asal Indonesia akan ditempatkan di wilayah Markazia. Wilayah ini berada dalam radius 1 kilometer dari Masjid Nabawi sehingga jemaah haji dapat berjalan kaki untuk beribadah.

    Sementara itu, di Mekkah, jemaah haji terpaksa harus ditempatkan di wilayah yang lebih jauh dari Masjidil Haram. "Akibat renovasi besar-besaran Masjidil Haram, banyak hotel yang berdekatan dengan masjid dibongkar," kata Lukman.

    Hotel-hotel tersebut kemudian dibangun kembali dalam jarak yang lebih jauh. Sebagian jemaah, kata Lukman, bisa ditempatkan dalam radius kurang dari 2 kilometer dari Masjidil Haram. Akan tetapi, sebagian lain terpaksa ditempatkan di radius yang berjarak 2-4 kilometer dari masjid.

    Lukman menjanjikan Kementerian akan menyediakan fasilitas bus shalawat bagi jemaah yang tempat menginapnya jauh dari Masjidil Haram. "Bus shalawat akan beroperasi selama 24 jam untuk memudahkan jemaah," ucap dia.

    Dalam rapat koordinasi ibadah haji, Menko PMK Puan Maharani menyebut tahun ini ada sebanyak 168.800 jemaah haji yang akan berangkat. Keberangkatan pertama mulai 21 Agustus 2015 mendatang.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.