Muktamar Muhammadiyah, Aisyiyah Luncurkan Perangko Seabad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari mempertunjukkan tarian kolosal empat etnis yang ada di Sulsel pada  pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Lapangan Karebosi, Makassar, 3 Agustus 2015. Tarian kolosal tersebut untuk memeriahkan pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah. TEMPO/Hariandi Hafid

    Penari mempertunjukkan tarian kolosal empat etnis yang ada di Sulsel pada pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Lapangan Karebosi, Makassar, 3 Agustus 2015. Tarian kolosal tersebut untuk memeriahkan pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - Pimpinan Pusat Aisyiyah resmi meluncurkan Perangko Satu Abad Aisyiyah di Gedung Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, pada Senin, 3 Agustus 2015. Perangko tersebut disebut sebagai rangkuman kiprah dakwah Aisyiyah selama seratus tahun berdiri di Indonesia.

    "Filateli merupakan jaringan internasional yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang telah berusia seabad pada dunia," kata panitia peringatan seabad Aisyiyah, Latifah Iskandar.

    Menurutnya, peluncuran perangko Satu Abad Aisyiyah mengingatkan publik tentang sejarah awal Muhammadiyah yang pernah mengeluarkan perangko pada penyelenggaraan Kongres Muhammadijah atau yang kini dikenal dengan istilah Muktamar Muhammadiyah.

    Perangko tersebut terdiri atas 3 jenis, yang menggambarkan sejarah ‘Aisyiyah masa lalu, serta kiprah ‘Aisyiyah pada bidang pendidikan dan kesehatan. Sampul surat dijual seharga Rp 20 ribu.
    Sedangkan paket perangko satu abad ‘Aisyiyah, yang terdiri dari 3 lembar, dijual seharga Rp 50 ribu.

    Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia, Agus F Handoyo mengapresiasi ketertarikan ‘Aisyiyah untuk membuat perangko peringatan satu abad. Hal ini dinilai merupakan bukti Aisyiyah memiliki kesadaran dan semangat untuk mendokumentasikan perjalanan sejarahnya melalui perangko.

    Ia mengatakan, perangko tersebut akan dicetak dalam jumlah yang terbatas sebanyak 1.000 eksemplar. "Setengahnya akan kami jual di Muktamar kali ini. Sisanya akan kami bagikan ke jaringan kantor pos yang kami miliki,” tandas Agus.

    Usai peluncuran perangko, dilakukan penyerahan CSR tahap awal dari Bank Syariah Mandiri kepada Muhammadiyah-Aisyiyah untuk memberikan beasiswa pada sekolah-sekolah Muhammadiyah-Aisyiyah.

    Pada kesempatan tersebut, Aisyiyah juga memberikan penghargaan kepada Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta yang telah mendapatkan akreditasi A dan Panti Asuhan Aisyiyah Jawa Timur karena menjadi yang terbaik dalam melaksanakan standar nasional pengasuhan anak.

    Penghargaan juga diberikan kepada tiga guru berprestasi nasional di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, yaitu dari Makassar Sulawesi Selatan, Palembang Sumatera Selatan, dan Yogyakarta serta penghargaan kepada RS Aisyiyah Ponorogo sebagai RS Aisyiyah yang telah berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi yang lain.

    Peluncuran perangko ini juga turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bahtiar.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.