Konferensi Polisi se-ASEAN, Ini Permintaan Wapres JK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Konferensi Kepolisian se-ASEAN atau ASEANAPOL di Hotel Borobudur. Dalam acara tersebut, JK menekankan pentingnya kerja sama antar-regional untuk meningkatkan keamanan. "Stabilitas suatu negara bisa ada kalau ada jaminan keamanan di negara dan regional. Keamanan juga bisa diciptakan jika keadaan negara dan regional stabil," kata JK di Hotel Borobudur, Selasa, 4 Agustus 2015.

    Menurut Wakil Presiden, peningkatan kerja sama kepolisian di wilayah ASEAN harus dilakukan, terutama menjelang pembukaan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN akhir tahun ini. "ASEAN Community sebentar lagi akan kita laksanakan, sehingga tentu akan timbulkan efek-efek yang harus kita layani dan melindungi masyarakat kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya.

    Kerja sama kepolisian di ASEAN juga termasuk pemanfaatan teknologi karena kriminalitas semakin berkembang dan semakin gencar memanfaatkan teknologi. "Kejahatan-kejahatan cyber, human trafficking, drugs, money laundering, tentu kriminal yang libatkan banyak negara akibat teknologi," ujarnya.

    ASEANAPOL merupakan forum kerja sama resmi kepala kepolisian seluruh negara anggota ASEAN  yang membahas isu strategis di kawasan tersebut. Rangkaian konferensi ASEANAPOL memiliki sejumlah agenda pokok. Yaitu, pertemuan para kepala kepolisian yang membahas isu strategis usulan setiap kepala kepolisian dan pertemuan kepala kepolisian negara ASEAN dengan ketua delegasi negara mitra dialog. 

    JK hadir didampingi jajaran petinggi kepolisian, seperti Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti dan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.