Dikepung Asap, Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran lahan di kawasan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin, 27 Juli 2015. Data dari satelit Terra Aqua memperlihatkan ada 62 titik sebaran hot spot dan asap di Provinsi Sumatera Selatan. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran lahan di kawasan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin, 27 Juli 2015. Data dari satelit Terra Aqua memperlihatkan ada 62 titik sebaran hot spot dan asap di Provinsi Sumatera Selatan. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.COJakarta - Dinas Pendidikan Pekanbaru memutuskan untuk meliburkan aktivitas belajar di sekolah lantaran kabut asap pekat menyelimuti daerah itu. 

    Kebakaran hutan dan lahan masif terjadi di Riau membuat kualitas udara di sejumlah daerah kian memburuk. Indeks standar pencemaran udara di Pekanbaru berada pada angka 100 Psi atau tidak sehat.

    "Mulai hari ini kami liburkan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Zulfadil, kepada Tempo, Sabtu, 1 Agustus 2015.

    Zulfadil menuturkan, berdasarkan informasi Badan Lingkungan Hidup, udara Pekanbaru sudah masuk kategori tidak sehat. Pihaknya terpaksa meliburkan sekolah untuk mengurangi risiko penyakit akibat paparan asap. 

    Namun, Zulfadil menambahkan, tidak semua jenjang pendidikan diliburkan. Dinas hanya meliburkan murid taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sedangkan untuk siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas diberikan kewenangan kepada sekolah masing-masing untuk meliburkan muridnya atau tidak. 

    "Hanya murid TK dan SD diliburkan karena usia anak-anak sangat rentan terdampak paparan asap," ujarnya.

    Zulfadil mengaku akan terus berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup terkait dengan pencemaran udara itu. Jika hingga Senin pekan depan kualitas udara sudah mulai membaik, aktivitas belajar akan kembali normal.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Sugarin, menyebutkan satelit Tera dan Aqua masih memantau delapan titik panas di tiga kabupaten di Riau. Titik api itu tersebar di Indragiri Hilir empat titik, Pelalawan dua titik, dan Kuantan Singingi dua titik. "Titik panas tersebut terpantau pukul 07.00 tadi," tuturnya.

    Menurut Sugarin, kondisi cuaca wilayah Riau saat ini cerah berawan disertai kabut asap pada pagi dan malam hari. "Peluang hujan ringan tidak merata terjadi di Riau bagian utara, timur, dan selatan," ucapnya. 

    Kabut asap masih mengganggu jarak pandang di beberapa wilayah, seperti Pekanbaru dengan jarak pandang menurun hingga 2 kilometer, Pelalawan 1 kilometer, Dumai 2 kilometer, dan Rengat 5 kilometer.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.