Pergi ke Cina, Ini Agenda Para Kepala Sekolah SMA Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota pramuka SMP & SMA Kota Bandung, berlatih jelang pengibaran bendera negara peserta KAA, di Samping Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 14 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah anggota pramuka SMP & SMA Kota Bandung, berlatih jelang pengibaran bendera negara peserta KAA, di Samping Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 14 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Sejumlah Kepala Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA dan SMK) Negeri di Kota Bandung berangkat ke Cina, Rabu, 29 Juli 2015. Rencananya mereka akan singgah ke beberapa kota dan daerah di sana untuk studi banding sekaligus pelesir. Mereka baru kembali pada 4 Agustus mendatang.

    Dari dokumen yang diperoleh Tempo, kepergian kepala sekolah tersebut terkait undangan kegiatan Workshop Kemitraan Indonesia-Cina ajakan dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) tertanggal 3 Juli 2015. Berdasarkan agenda kegiatan, peserta acara terbang Rabu, 29 Juli 2015 ke Shanghai.

    Pada hari kedua, Kamis, 30 Juli, sebuah biro perjalanan menjadwalkan peserta acara itu untuk mengunjungi TV Tower, The Bund, dan Yu Garden di Shanghai. Setelah makan malam, mereka naik bus ke Kota Suzhou lalu menginap di hotel.

    Di hari ketiga dan keempat, Jumat, 31 Juli hingga Sabtu, 1 Agustus, agendanya pertemuan China-Asean Vocational Education Principal Summit di Shuzou International Educatioan Park.

    Besoknya pada hari keempat, Ahad, 2 Agustus, biro perjalanan mengajak peserta acara dari Shuzou ke Nanjing. Tujuannya untuk berwisata ke Tiger Hill yang terkenal dengan pagoda miringnya di Kota Nanjing, kemudian ke kota tua (Old Town), lalu kembali ke hotel.

    Acara terakhir di hari kelima, Senin, 3 Agustus, peserta diboyong dari Nanjing ke Shanghai, diantaranya mengunjungi kampus, dan bertemu dengan pimpinan dari Jiangsu Provincial Department of Education, diakhiri penanda tanganan nota kesepahaman. Malam harinya peserta diangkut kembali ke Shanghai dengan kereta cepat. Esoknya setelah sarapan, pulang kembali ke Indonesia.

    Wakil Kepala SMA Negeri 21 Erni Suherni mengatakan, kepala sekolah tersebut akan ikut acara tersebut. Rencana itu telah dibahas bersama para wakil kepala sekolah dan staf beberapa waktu lalu. “Yang jelas perginya bukan untuk tur, tapi kerja,” katanya kepada Tempo, Selasa, 28 Juli 2015.

    Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik kepergian para kepala sekolah ke Cina. Tapi dia berharap para kepala sekolah tidak hanya pelesiran dan bisa membawa efek positif untuk kemajuan sekolah masing-masing.

    "Kalau buat saya, tidak ada masalah. Studi banding itu jika dilakukan dengan benar sangat bermanfaat. Jadi jangan disalahartikan. Yang jadi masalah itu kalau di sana ngakunya studi banding tapi tahunya malah jalan-jalan," ucapnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.