Maju di Pilkada, Gubernur Irwan Janji PNS Netral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap sepeda asal Spanyol, Pujol Munoz Oscar (kiri) bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno setelah meraih Polka-Dot Jersey dalam kejuaraaan Tour de Singkarak 2012. TEMPO/Andri El Faruqi

    Pembalap sepeda asal Spanyol, Pujol Munoz Oscar (kiri) bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno setelah meraih Polka-Dot Jersey dalam kejuaraaan Tour de Singkarak 2012. TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan kembali maju dalam pemilihan kepala daerah tahun 2015. Ia menjamin netralitas pegawai negeri sipil.

    "Saya jamin netralitas pegawai," ujar Irwan usai mendaftarkan diri sebagai Gubernur Sumatera Barat di kantor KPU Sumatera Barat, Senin, 27 Juli 2015.

    Di periode kedua ini Irwan diusung PKS dan Partai Gerindra. Mejelis Syuro PKS itu menggandeng Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit sebagai calon wakil gubernurnya.

    Irwan mengaku sering menyatakan kepada seluruh PNS untuk menjaga netralitas melalui apel dan surat edaran. Bagi PNS yang mendukung atau terlibat dalam partai politik diberikan sanksi tegas.

    Makanya, kata Irwan, majunya ia tak perlu diragukan. Sebab, ia tidak akan memanfaatkan posisinya sebagai petahana. Irwan telah mengajukan pengunduran diri melalui DPDR dua minggu lalu. Pengajuan itu dikirikan ke Menteri Dalam Negeri. "Saya berhenti 15 Agustus 2015. Tidak akan menganggu sebab penetapan calon 24 Agustus 2015."

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan menerbitkan surat edaran yang mengatur pembatasan penggunaan fasilitas negara bagi para calon petahana.

    "Petahana tidak boleh menggunakan fasilitas negara milik pemerintah daerah. Karena itu, nanti akan ada SE, supaya mobil dinas tidak dipakai kampanye. Begitu pula terkait netralitas para pegawai negeri sipil (PNS)," kata Tjahjo.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.