Bentrok Tolikara Bermula dari Salat Id, JK: Semua Tahan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Zainuddin MN

    ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta dua kelompok warga yang terlibat bentrokan di Kabupaten Tolikara, Papua, menahan diri.

    "Dua-duanya mestinya menahan diri. Yang Lebaran menahan diri, masyarakat yang punya acara lain juga tentu harus memahami. Saling memahamilah," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jumat, 17 Juli 2015.

    Baca juga:

    Heboh, Tanpa Pakai Bra, Model Ini Dekati Paus Fransiskus
    Kulit Pria Ini Jadi Hitam Usai Cangkok Hati Orang Hitam!

    Kalla mengatakan bentrokan melibatkan dua kelompok masyarakat yang tengah menyelenggarakan acara di lokasi berdekatan. Kelompok pertama adalah masyarakat yang tengah menjalankan salat Idul Fitri, sementara kelompok lain tengah mengadakan acara di gereja.

    "Mungkin karena masalah speaker, ada tabrakan-tabrakan," katanya.

    Atas terjadinya insiden ini, JK mengimbau aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat segera menyelesaikan bentrokan tersebut

    Bentrokan terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua, saat salat Idul Fitri pada pukul 07.00 waktu setempat. Sebuah musala dilempari dan dibakar. Saat musala itu diserang, warga yang tengah salat langsung berhamburan keluar. Enam rumah dan sebelas kios yang berada di sekitar musala itu juga diserang.

    ANANDA TERESIA

    Baca  juga: 7 Profesi Teraneh: Nelayan Sepeda hingga Penidur Bayaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.