Cerita Kardus Durian di Dapur Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (tengah) memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (ketiga kanan) beserta keluarga besar sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (tengah) memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (ketiga kanan) beserta keluarga besar sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi Wakil Presiden Terpilih, rupanya membuat hari-hari Ma'ruf Amin dipenuhi dengan tamu-tamu yang ingin datang menemui orang nomor dua di republik itu. Mereka mengantre bertemu Kiai Sepuh itu di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat.

    Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Cholil Nafis, yang kerap mendampingi Ma'ruf, bercerita para tamu datang dengan berbagai tujuan. "Dari yang baik sampai yang buruk," ujar Cholil seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 21-27 Oktober 2019.

    Cholil mencontohkan, ada tamu yang berharap mendapat proyek atau bisa kembali melanjutkan programnya setelah Ma'ruf dilantik. Di antara tetamu Ma'ruf, ada juga yang mengharapkan jabatan. Sebagian datang dengan membawa
    makanan atau bingkisan, seperti sate kambing atau kardus berisi durian.

    "Saya lihat durian itu di dapur, karena Pak Kiai enggak makan durian lagi, jadi kami makan rame-rame, ha-ha-ha...," tutur Cholil.

    Ma'ruf Amin tak menampik bahwa hal-hal semacam itu mulai menghampirinya sejak terpilih menjadi Wakil Presiden RI. "Itu biasa saja. Manuver atau usul seperti itu tak akan masuk ke saya. Pokoknya, saya tak akan menerima usul-usul semacam itu. Saya nanti hanya menjalankan tugas sebagai wakil presiden," ujar Ketua MUI Non-aktif itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.