Efek Abu Raung, 8 Penerbangan ke Surabaya dari Makassar Akhirnya Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menngkonfirmasi keberangkatan ke Surabaya di Costumer Service Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, 16 Juli 2015. TEMPO/BADAUNI A.P

    Penumpang menngkonfirmasi keberangkatan ke Surabaya di Costumer Service Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, 16 Juli 2015. TEMPO/BADAUNI A.P

    TEMPO.CO, MAROS- Delapan penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar tujuan Bandara Juanda Sidoarjo akhirnya dibatalkan pada Kamis, 16 Juli 2015. Jadwal penerbangan tujuan Surabaya yang batal adalah Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 563, SJ 5631, dan SJ 567; Citilink QG 613; Garuda Indonesia GA 630; serta Lion Air JT 709, JT 787, dan JT 701.

    Empat maskapai  itu harusnya sudah terbang sejak pukul 14.00 WIB. Namun ditunda karena Bandara Juanda masih ditutup akibat abu vulkanik Gunung Raung. Pada pukul 19.36 Wita, keempat maskapai tersebut akhirnya membatalkan penerbangan ke Surabaya.

    General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Akhmad Munir, mengatakan berdasarkan data yang ada sebanyak 1.370 penumpang yang terpaksa gagal berangkat ke Surabaya.

    Namun, dia mengatakan pihak maskapai menyiapkan hotel di sekitar bandara bagi penumpang yang transit dan ingin melanjutkan penerbangan ke Surabaya. Untuk penumpang asal Makassar, tergantung apakah mereka meminta kembali uang tiketnya.

    Seorang penumpang Garuda Indonesia GA 630 mengaku kebingungan, karena pihak maskapai tidak memberikan informasi yang jelas kapan bisa diberangkatkan ke kota tujuan. "Saya tak tahu, apakah besok pemberangkatannya melihat sesuai jadwal tiket atau harus melihat keadaan cuaca membaik," ungkap penumpang yang enggan diungkap jati dirinya itu.

    Dia mengatakan terpaksa melaksanakan takbiran di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, karena pesawatnya batal berangkat ke Surabaya.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.