Erupsi Gunung Raung, 2.200 Penumpang Garuda Gagal Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. TEMPO/Subekti

    Warga melintasi Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia membatalkan puluhan jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya, untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik Gunung Raung, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

    Pelaksana Harian Vice President Coporate Communications Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Surabaya yang dibatalkan adalah jadwal keberangkatan Kamis 16 Juli sejak pukul 13.00 WIB hingga penerbangan terakhir.

    "Jumlah penerbangan dari Jakarta ke Surabaya yang dibatalkan hari ini mencapai 11 penerbangan dan jumlah penumpangnya 2.200 orang," katanya, Kamis 16 Juli 2015.

    Ikhsan menyebutkan jumlah seluruh penerbangan dari dan ke Surabaya yang dibatalkan mencapai 18 penerbangan. "Kami, Garuda Indonesia, mengimbau agar penumpang tidak ke bandara hari ini karena seluruh penerbangan ke Surabaya dibatalkan," katanya.

    Rosan mengatakan penumpang dapat melakukan pengembalian uang tiket dan jadwal ulang tanpa biaya. "Atau boleh cek reservasi di pusat panggilan 2351 9999 atau memutakhirkan info terbaru lewat akun twitter @indonesiagaruda," katanya. Sementara itu, untuk penerbangan ke Malang sudah diberangkatkan dua penerbangan.

    Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandara Abdurahman Saleh, Malang ditutup karena peningkatan aktivitas Gunung Raung. Abu vulkanik mengarah ke Surabaya. General Manager PT Angkasa Pura 1 Yanus Suprayogi mengatakan penutupan bandara Juanda bergantung pada perkembangan kondisi dari Badan Meteorologi dan Geofisika. Yanus menambahkan, saat ini pihak Bandara masih menghitung jumlah penerbangan yang ditunda atau dibatalkan. "Jadi Bandara tutup bagi pesawat yang mau landing maupun yang mau berangkat," ujar Yanus.

    ANTARA | EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.