RESHUFFLE KABINET: SBY Dukung Langkah Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato politiknya usai ditetapkan menjadi ketum periode 2015-2020 dalam penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. Dalam pidato politiknya SBY membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan kerja selama lima tahun kedepan. TEMPO/Nurdiansah

    Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato politiknya usai ditetapkan menjadi ketum periode 2015-2020 dalam penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. Dalam pidato politiknya SBY membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan kerja selama lima tahun kedepan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Di tengah isu perombakan kabinet (reshuffle) oleh Presiden Joko Widodo, beberapa partai yang berada di koalisi nonpemerintah kini memberikan sinyal mendukung pemerintah. Dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre, 4  Juli 2015, Ketua Umum Partai Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kadernya wajib loyal dan mendukung kebijakan pemerintah.

    SBY kembali menegaskan sikap partainya, yakni memerintahkan kepala daerah yang diusung Demokrat untuk loyal kepada presiden dan mendukung kebijakan pemerintahan saat ini tapi tetap memberikan koreksi atas kebijakan yang tidak tepat.

    Baca juga: Hotman Paris Ungkap Perilaku Janggal Putri Margriet  

    "Dengan catatan, berikan kritik dengan tepat dan terukur," kata SBY. Meski Demokrat masih berada dalam koalisi nonpemerintah, SBY menyatakan kadernya menjadi penyeimbang dalam pemerintahan.

    Adapun Ketua Harian Partai Demokrat Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Ruhut Sitompul menghormati bila Jokowi meminta kadernya menduduki kursi menteri di Kabinet Kerja. Ruhut memastikan Jokowi sudah tahu siapa saja kader Demokrat yang mendukung pemerintah dan yang berpihak kepada koalisi nonpemerintah. Namun Ruhut menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Jokowi dan SBY. "Ojo kesusu, jangan mendahului," ucapnya kepada Tempo.

    Baca juga:
    Satu Keluarga di Pekanbaru Diduga Bergabung ke ISIS 
    Kisah Bocah Diduga Digergaji: Begini Pengakuan Si Ibu

    Sinyal serupa diutarakan kader Partai Amanat Nasional. Wakil Ketua PAN Yandri Susanto  berujar, sikap partainya akan sangat ditentukan oleh tawaran Jokowi. Yandri menjelaskan, kondisi perekonomian yang terus merosot merupakan salah satu alasan PAN membantu pemerintah Jokowi.

    Selama ini, tutur dia, tim ekonomi bentukan Jokowi gagal memperlihatkan kinerja yang membanggakan. “Ada ekspektasi yang terlalu tinggi dan tidak bisa terjabarkan lewat kerja para menteri Jokowi,” katanya. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memilih tidak berandai-andai. "Tunggu saja nanti setelah Lebaran," ucapnya.

    TIM TEMPO

    Berita Menarik:Margriet Menangis, Marah Saat Jam Rolex & Berlian Diambil 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.