Warga Tagih Perbaikan Jalur Evakuasi Gunung Raung ke Bupati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Puluhan warga di lereng Gunung Raung menagih janji perbaikan jalur evakuasi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Mereka menagih janji saat Bupati memantau Pos Pengamatan Gunung Api Raung di Kecamatan Songgon.

    Warga yang menagih janji berasal dari Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Dulsabit, salah satu warga, mengeluh karena jalan sepanjang empat kilometer di desa mereka rusak parah sejak tahun 2012. Selain menopang ekonomi warga, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur evakuasi bila suatu saat Gunung Raung meletus besar. “Kalau rusak parah begitu bagaimana kami bisa menyelamatkan diri,” keluhnya.

    Surahman, warga lainnya, mengatakan jalan tersebut pernah diperbaiki tahun 2002. Akan tetapi rusak parah sejak 2012. Saat itu, status Gunung Raung telah dinaikkan menjadi siaga. Surahman ingat, saat berkunjung tiga tahun lalu, Bupati Banyuwangi berjanji akan memperbaiki jalur evakuasi tersebut. “Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” katanya.

    Dari pantauan Tempo, jalan sepanjang empat kilometer itu memang rusak parah. Batu sebesar dua kali telapak tangan orang dewasa terhampar. Dengan kondisi seperti itu, sepeda motor dan kendaraan roda empat kesulitan melintas. Padahal jalan itu menghubungkan Pos Pengamatan Gunung Api Raung dengan permukiman penduduk di Dusun Dhani serta Dusun Mangaran di Desa Sumberarum. Kedua dusun itu merupakan perkampungan terdekat dengan gunung setinggi 3.332 mdpl tersebut.

    Abdullah Azwar Anas mengatakan pemerintah kabupaten belum membangun jalur evakuasi itu karena mengandalkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Sebab kami sudah membangun jalan evakuasi di Gunung Ijen,” katanya kepada warga.

    Tahun 2014, pemerintah kabupaten pernah meminta kepala desa setempat memperbaiki jalan dengan meminta bantuan Perkebunan Bayu Kidul. Sebab jalan empat kilometer itu berada di area jalan perkebunan cengkeh tersebut.

    Namun karena terus didesak warga, Bupati pun akhirnya berjanji akan memperbaiki jalur itu dalam dua bulan ini.

    Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, ada 200 ribu warga yang terdampak bila Gunung Raung meletus besar. Mereka tersebar di 23 desa dan enam kecamatan, meliputi Kecamatan Songgon, Kalibaru, Glenmore, Genteng, Singojuruh, dan Sempu. 

    Aktivitas vulkanik Gunung Raung meningkat sejak 21 Juni 2015. Oleh karena itu, PVMBG menaikkan status gunung tersebut dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada Senin, 29 Juni 2015, pukul 09.00. Letusan Gunung Raung belum terlontar keluar dari kaldera. PVMBG merekomendasikan agar warga tidak mendaki hingga radius tiga kilometer dari puncak.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.