Hercules Jatuh, Ibu Pratu Septi Doni Syok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marnis (55), ibu dari Pratu Septi Doni yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 saat ditemui di rumah duka, di Koto Tangah, Padang, 1 Juli 2015. TEMPO/Andri El Faruqi

    Marnis (55), ibu dari Pratu Septi Doni yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 saat ditemui di rumah duka, di Koto Tangah, Padang, 1 Juli 2015. TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Padang - Suasana duka terlihat di rumah duka Pratu Septi Doni, yang terletak di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Prajurit TNI AU ini menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 dengan nomor penerbangan A1310 milik TNI AU.

    Para tetangga dan kerabat terlihat sudah berkumpul di halaman rumah duka yang dipasangi tenda. Beberapa dari mereka terlihat duduk di halaman rumah.

    Ibu korban, Marinis, 55 tahun, terlihat lemas. Tak satu pun kata yang terucap dari bibirnya. Saat ini, dia hanya mampu menatap foto anaknya berpakaian loreng yang terpajang di dinding rumah.

    "Ibu syok. Saat ini tak bisa diajak bicara," ujar kakak kandung korban, Mardinol, 32 tahun, Rabu, 1 Juli 2015.

    Mardinol baru mengetahui kejadian yang menimpa adiknya dari istri Septi Doni yang berada di Pekanbaru, Selasa, pukul 20.00 WIB. "Istrinya menelepon dan menangis. Dia bilang, abang sudah pergi," ujar Mardinol.

    Untuk memastikan, Mardinol bergegas menuju Lapangan Udara TNI AU Padang. Di sana baru dia mendapatkan informasi resmi. "Sebelumnya kita juga melihat nama Doni, menjadi salah seorang korban di televisi," kata Mardinol.

    Ayah satu orang anak ini, merupakan personel Batalion Paskhas 462/Pulanggeni, Pekanbaru. Pria berusia 28 tahun ini bergabung bersama TNI AU sejak tahun 2008.

    Menurut Mardinol, dari informasi yang didapatkan keluarga, jenazah Doni-sapaan akrab Septi Doni-ditemukan di dalam pesawat nahas itu masih dalam keadaan utuh dan dapat dikenali.

    Jenazah Doni diperkirakan tiba Rabu pagi ini, 1 Juli 2015, di Lapangan Udara TNI AU, Padang. "Kita belum tahu dimakamkan di mana. Yang penting di Padang," ujar Mardinol.

    Kepala Penerangan Pangkalan Udara TNI AU Padang Agus Riyanto mengatakan ada dua orang korban jatuhnya pesawat milik TNI AU berjenis C-130 Hercules dengan normor A1310, berasal dari Sumatera Barat. Mereka adalah Kapten Riri Setiawan dan Pratu Septi Doni.

    Jenazah kedua korban akan diterbangkan ke Pangkalan Udara Tabing, Padang, Rabu, 1 Juli 2015. "Kira-kira tiba sekitar pukul 09.00 WIB," ujarnya.

    Sebelumnya, pesawat Hercules dengan nomor A1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat tersebut dipiloti Kapten Sandy Permana. Hercules nahas itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Pesawat itu mengangkut 12 kru dan 101 penumpang yang diperkirakan tewas.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.