Diduga Bagi-bagi Duit Media, Kejaksaan Geledah Humas NTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Kupang - Tiga penyidik dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggeledah kantor biro humas setempat pada Selasa, 23 Juni 2015 berkaitan dugaan KKN dana media sebesar Rp 900 juta. Penggeledahan ini atas laporan aliansi wartawan peduli APBD NTT beberapa waktu lalu.

    Penyidik kejaksaan tiba di Biro Humas NTT sekitar pukul 10.00 Wita, disambut Kepala Bagian Pers Viktor Manek. Penyidik langsung masuk ke ruang Kepala Biro Humas NTT Lambert Ibi Riti.

    Tak lama berselang, empat pegawai humas NTT menyerahkan empat bantalan berkas yang akan disita oleh penyidik dalam mengembangkan kasus ini. "Penggeladahan ini atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi," kata ketua tim penyidik Sherly Matutede kepada wartawan.

    Penggeledahan ini dilakukan karena berkas-berkas yang diminta Kejati NTT tidak pernah diberikan. Biro Humas selalu menghindar dengan berbagai alasan, sehingga perlu diambil langsung.

    "Dia (Lambert) selalu bilang ada, tapi berkasnya tidak mau diantar. Maka kami ke sini. Terlalu berbelit-belit soal data yang diminta,“ ia menerangkan.

    Kepala Biro Humas NTT diduga melakukan KKN pengalokasian dana media sebesar Rp 900 juta kepada 12 media di NTT, yakni TVRI Kupang sebesar Rp 141 juta, Sindo TV Rp 115 juta, AFB TV Rp 95 juta, Radio Swara Timor Rp 61 juta, Radio Suara Kupang Rp 34,5 juta, Radio Kaisarea Rp 39 juta. Selanjutnya ada Tabloid Kabar NTT Rp 56 juta, Radio Suara Kasih Rp 34,5 juta, Tabloid Fortuna Rp 70 juta, Tabloid Likurai Rp 40 juta dan LPP RRI Rp 25 juta.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.