DPR Akan Uji Kelayakan Gatot Nurmantyo untuk Calon Panglima

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat berolahraga bersama unsur TNI-Polri di Lapangan Karebosi Makassar, 27 Mei 2015. Selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, Kegiatan yang diikuti ribuan peserta  ini juga sebagai sarana silaturahmi antar instansi . TEMPO/Hariandi Hafid

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat berolahraga bersama unsur TNI-Polri di Lapangan Karebosi Makassar, 27 Mei 2015. Selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, Kegiatan yang diikuti ribuan peserta ini juga sebagai sarana silaturahmi antar instansi . TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan Komisi I segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and propper test terhadap Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal Panglima TNI.

    Menurut Tantowi, surat Presiden Joko Widodo yang mengajukan Gatot sebagai calon tunggal Panglima TNI sudah diterima pimpinan DPR kemarin, Selasa, 9 Juni 2015.

    "Sesuai jadwal, hari ini pimpinan DPR RI akan membawa surat itu ke Badan Musyawarah," kata Tantowi ketika dihubungi Tempo, Rabu, 10 Juni 2015.

    Tantowi memperkirakan paling lambat pekan depan surat pencalonan Gatot sebagai Panglima TNI akan sampai ke Komisi I. Selanjutnya, Komisi I akan segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Gatot.

    Tantowi menjelaskan, Komisi I akan segera menyusun pertanyaan yang akan diajukan kepada Jenderal Gatot. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan visi dan misi Gatot sebagai Panglima TNI yang baru.

    Baca juga:
    Alasan Jokowi Tunjuk Gatot sebagai Calon Panglima TNI
    Calon Panglima TNI Bakal Ditanya Sederet Pertanyaan Ini

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajukan Jenderal Gatot sebagai calon tunggal Panglima TNI, yang akan menggantikan Jenderal Moeldoko.

    Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan pemilihan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal Panglima TNI diputuskan Presiden dengan memperhatikan kepentingan penguatan organisasi TNI menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi kawasan.

    Presiden pun berharap DPR bisa memberikan persetujuan dalam waktu yang tidak terlalu lama, karena Jenderal Moeldoko akan memasuki masa pensiun pada 1 Agustus mendatang.

    INDRA WIJAYA

    SIMAK INDEKS BERITA TERBARU HARI INI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.