Waspada MERS, Menlu Keluarkan Travel Advice ke Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno, LP Marsudi (tengah), bertemu puluhan buruh migran Indonesia yang bermasalah di penampungan KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 29 Mei 2015. Foto: Kemlu RI

    Menlu Retno, LP Marsudi (tengah), bertemu puluhan buruh migran Indonesia yang bermasalah di penampungan KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 29 Mei 2015. Foto: Kemlu RI

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku sudah menerbitkan travel advice atau imbauan kepada warga negara Indonesia yang akan pergi ke Korea Selatan. Imbauan ini dikeluarkan berkaitan dengan merebaknya virus MERS di Negeri Ginseng tersebut. 

    Travel advice itu, kata Retno, sudah dipublikasikan dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri. "Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan informasi lebih detail mengenai MERS," kata Retno saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. ‎

    Menurut Retno, imbauan itu tak berarti melarang warga Indonesia untuk datang ke Korea Selatan. Kewenangan Kementerian Luar Negeri sebatas memberikan informasi. Tak hanya di Korea, Kedutaan Besar Republik Indonesia‎ di Guang Zhou, Cina, juga sudah diminta untuk memberikan informasi mengenai virus tersebut. 

    Retno menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya warga negara Indonesia yang terjangkit virus MERS. Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Kesehatan, kata dia, juga akan menggencarkan sosialisasi kepada calon jemaah haji. 

    ‎Jumlah korban yang terjangkit wabah virus sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) di Korea Selatan terus bertambah. Kementerian Kesehatan Korea Selatan menyebutkan, dari 14 orang yang dikonfirmasi terserang virus MERS, lima orang dinyatakan meninggal dunia. 

    Dua bulan lalu, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan ini baru 34, kini meningkat menjadi 64 kasus. Jumlah warga yang terserang virus MERS ini merupakan yang terbesar di luar wilayah epidemi di Timur Tengah. Selain itu, lebih dari 1.600 orang sudah dikarantina untuk menghentikan semakin meluasnya penyebaran virus. ‎

    MERS pertama kali ditemukan pada manusia tiga tahun lalu di Arab Saudi. Penyakit ini disebabkan coronavirus, seperti halnya virus SARS. Lembaga kesehatan dunia, WHO, menyatakan tingkat kematian akibat MERS lebih tinggi dibanding SARS, yaitu 38 persen. Hingga kini total terjadi 1.179 kasus MERS di seluruh dunia. Sebanyak 442 kasus di antaranya menyebabkan kematian.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.