Ini Alasan JK Minta Fatwa Larangan Pengajian Via Kaset

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla. ANTARA/Ismar Patrizki

    Jusuf Kalla. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Tegal - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa larangan pengajian dengan memutar kaset di setiap masjid. Menurut dia, pengajian yang diputar melalui kaset dengan pengeras suara di masjid menghilangkan esensi ibadah yang sesungguhnya.

    "Ngaji tidak boleh pakai kaset, di Mekah saja tidak ada ngaji keras-keras. Hanya azan yang keras," kata JK dalam sambutannya di Pondok Pesantren At-Tauhiddiyah, Cikura, Tegal, Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2015.

    Wapres mengisahkan sewaktu di Makassar, Sulawesi Selatan, dia risih lantaran pukul 04.00 sudah harus bangun tidur. Padahal, waktu salat subuh adalah pukul 05.00 Wita. Penyebabnya, empat masjid yang terletak di dekat rumahnya itu memutar rekaman pengajian dan menggunakan pengeras suara yang volumenya dibesarkan.

    "Itu kan sangat mengganggu. Polusi udara," ujar JK. "Lagi pula memutar kaset pengajian tidak ada pahalanya. Justru pahalanya buat Jepang. Karena itu kan alat pemutar kasetnya pasti Sony."

    Menurut JK, pengajian yang baik adalah dilakukan secara langsung tanpa melalui rekaman kaset. Selain itu, sebelum azan juga terdapat batas waktu pengajian yang boleh dilakukan. "Minta fatwa ke MUI, apakah boleh atau tidak," ujarnya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.