Alumnus Terbaik UNS Dapat Beasiswa ke Belanda dan Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Devi Triasari lulus sarjana dengan masa kuliah tiga tahun enam bulan. Mahasiswi yang mulai berkuliah pada 2011 ini lulus lebih cepat dibanding teman-teman seangkatannya. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Devi Triasari lulus sarjana dengan masa kuliah tiga tahun enam bulan. Mahasiswi yang mulai berkuliah pada 2011 ini lulus lebih cepat dibanding teman-teman seangkatannya. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO , Ngawi: Devi Triasari, 24 tahun dikenal sebagai perempuan yang rajin belajar. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dengan predikat lulusan terbaik ini juga memiliki kegigihan tekat untuk mengangkat derajat keluarga. Sebab, ayahnya hanya sebagai buruh tani dan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.


    “Setahu saya, dia selalu belajar. Tekadnya untuk memperbaiki keadaan sangat kuat,’’ kata Sudarno, 45 tahun, paman Devi ditemui di kediamannya di RT 4, RW 2, Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi, Kamis, 4 Juni 2015.


    Tempat tinggal Sudarno berdekatan dengan rumah Suwito,61 tahun dan Karinem,61 tahun, orang tua Devi. Jarak dua kediaman itu hanya tiga meter.


    Devi, menurut Sudarno, memiliki kebiasan membaca buku dan rajin belajar sejak masih anak-anak. Karena itulah ia selalu menorehkan prestasi akademis selama duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri Guyung 1; Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Geneng, Ngawi; Sekolah Menengah Kejururuan Negeri 1 Ngawi.


    Prestasi terbaru yang disabet Devi adalah menjadi lulusan terbaik UNS dengan indeks prestasi kumulatif 3,99 yang diraih dalam masa kuliah tiga tahun enam bulan. Sesuai informasi yang diterima pihak keluarga Devi akan diwisuda pada Sabtu, 13 Juni 2015. Suwito dan Karinem berencana mendampingi Devi saat prosesi wisuda di Solo.


    Suwito merasa bangga dengan prestasi yang diraih Devi. Bungsu dari tiga bersaudara itu merupakan satu-satunya anggota keluarga yang mampu bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Kesempatan itu didapat melalui Bidik Misi, yakni program beasiswa Kemendikbud untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu.


    Setiap bulannya, Devi mendapat biaya hidup Rp 600 ribu dan gratis biaya kuliah. ‘’Untuk kuliah dia dapat beasiswa,’’ kata Suwito. 


    Karena berhasil mendapat IPK yang nyaris sempurna, menurut Suwito, Devi mendapat tawaran beasiswa untuk meneruskan magister di Belanda dan Australia. ‘’Kalau dia harus ke luar negeri untuk belajar saya ikhlas. Semoga apa yang dicita-citakan bisa terkabul,’’ ujar dia.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.