Bagi Kartu Indonesia Sehat, Jokowi Malah Main Tebak-tebakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya di sela pembagaian kartu sakti di kantor Desa Asrikaton, Kec. Pakis, Kab. Malang, Jawa Timur, 21 Mei 2015. Ribuan kartu sakti seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Aistensi Sosial di bagikan pada Warga Malang dan Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden Joko Widodo menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya di sela pembagaian kartu sakti di kantor Desa Asrikaton, Kec. Pakis, Kab. Malang, Jawa Timur, 21 Mei 2015. Ribuan kartu sakti seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Aistensi Sosial di bagikan pada Warga Malang dan Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Blitar: Presiden Joko Widodo selalu punya cara untuk menarik perhatian masyarakat. Saat membagikan Kartu Indonesia Sehat di Blitar, Jokowi  bermain tebak-tebakan berhadiah sepeda angin kepada calon penerima kartu.

    Usai mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila di alun-alun Kota Blitar, Senin 1 Juni 2015, Presiden Jokowi menyempatkan membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga di Lapangan Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan,  tak jauh dari makam Bung Karno. Didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Jokowi menunjuk beberapa perwakilan warga untuk menerima kartu darinya. “Tapi jawab dulu pertanyaan saya,” katanya tertawa, Senin 1 Juni 2015.

    Kepada seorang ibu paruh baya calon penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jokowi mengajukan pertanyaan yang tidak wajar. Dia meminta si ibu menyebutkan lima jenis pohon dan kayu yang tumbuh di hutan, serta nama jenis bunga yang dipergunakan untuk berziarah kubur. Beruntung ibu tersebut dengan lancar menjawab sebelum menerima KIS plus sebuah sepeda angin dari Jokowi.

    Pertanyaan serupa diajukan kepada Noviana, siswi sekolah menengah pertama yang berkesempatan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Jokowi. Kepadanya, Jokowi menanyakan lima provinsi yang ada di Indonesia sebelum menghadiahkan sepeda mini.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan  kepada petugas rumah sakit dan puskesmas untuk tidak sekali-kali menolak pasien pemegang KIS. Masyarakat yang merasa mendapat perlakuan tersebut diminta memprotes dan bisa mengajukan gugatan berdasarkan Undang-undang Kesehatan. “Pemegang kartu tidak boleh ditolak, ada undang-undangnya, hati-hati,” katanya.

     Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan distribusi kartu ini akan dilakukan secepat mungkin di tiap daerah. Begitu suatu kota atau kabupaten tuntas pendataannya, akan segera dicetakkan kartunya untuk dibagi secara serentak di kota tersebut. “Jadi tidak perlu menunggu daerah lain,” katanya.

    Khofifah  meminta masyarakat memahami prosedur pengurusan kartu ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Sebab penyelenggaraan program ini melibatkan banyak instansi mulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama untuk Kartu Indonesia Pintar, dan Kementerian Kesehatan bagi Kartu Indonesia Sehat. Untuk itu, ada kartu yang bisa langsung dipergunakan begitu diterima atau harus menunggu maksimal satu pekan sebelum beroperasi.

    HARI TRI WASONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.