Ridwan Kamil Mundur dari Tim Transisi PSSI, Ini Alasannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil, mengayuh sepedanya saat meninjau gladi bersih jelang KAA menggunakan sepeda di Bandung, Jawa Barat, 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung Ridwan Kamil, mengayuh sepedanya saat meninjau gladi bersih jelang KAA menggunakan sepeda di Bandung, Jawa Barat, 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan mundur sebagai anggota di Tim Transisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pernyataan itu diungkapkan Ridwan Kamil melalui akun Twitternya pagi ini, Rabu, 13 Mei 2015.

    "Saya sudah mengirimkan surat pengunduran diri dari Tim Transisi PSSI karena kesibukan dan kendala waktu sebagai Wali Kota Bandung," kata Ridwan Kamil melalui akun Twitternya.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengumumkan personel Tim Transisi, salah satunya adalah Ridwan Kamil. Tim akan mengambil alih kewenangan PSSI yang telah dibekukan pada 17 April 2015. "Tim ini akan membenahi tata kelola sepak bola," kata Imam Nahrawi pekan lalu.

    Pada Senin malam, 11 Mei 2015, Ridwan Kamil mengumpulkan para pemain Persib Bandung untuk membahas ihwal mafia sepak bola di Indonesia. Namun Ridwan Kamil saat itu menyatakan belum memutuskan akan menerima tawaran menjadi anggota Tim Transisi.

    "Saya mau mendengarkan keluhan dulu (dari pemain Persib), nanti baru memutuskan akan ikut Tim Transisi atau tidak," kata Ridwan Kamil, Senin, 11 Mei 2015.

    Tim Transisi ini akan membahas cetak biru sepak bola Indonesia. Selain Ridwan Kamil, anggota lainnya adalah Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Loedwijk Paulus yang merupakan mantan Pangdam Bukit Barisan, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, dan Bibit Samad Rianto, mantan Ketua KPK.

    IQBAL T. LAZUARDI | PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.