Nasdem Minta Jokowi Tambah Menteri dari Parpol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jendral Partai NasDem, Patrice Rio Capella. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sekretaris Jendral Partai NasDem, Patrice Rio Capella. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengatakan partainya setuju jika Presiden Joko Widodo melakukan perombakan pada Kabinet Kerja, asalkan perombakan itu berasal dari kebutuhan Jokowi, bukan karena desakan masyarakat.

    Di lain pihak, Rio tak setuju dengan anggapan sejumlah penggiat politik yang meminta Presiden Jokowi melakukan perombakan dengan mengurangi jatah kursi menteri dari partai politik.

    "Apa maksudnya kurangi jatah menteri dari parpol?" kata Rio ketika dihubungi Tempo, Ahad, 10 Mei 2015.

    Menurut dia, tak relevan mengaitkan urusan menteri dari parpol dan menteri dari kalangan profesional. Rio beralasan tak ada jaminan jika menteri profesional lebih bagus kinerjanya dibanding menteri dari partai politik. "Sebagai buktinya, kinerja sejumlah menteri dari kalangan profesional tidak lebih baik dari menteri parpol," kata Rio.

    Bahkan, Rio ingin Presiden Jokowi mengurangi jatah menteri dari kalangan profesional. Sebaliknya, dia setuju jika jatah menteri dari partai politik ditambah. Sebab, Rio menganggap tokoh dari partai politik punya kelebihan yang jarang dimiliki kaum profesional, yakni memiliki kemampuan menggerakkan sebuah tim atau kementerian.

    "Jadi kami minta jangan jelek-jelekkan menteri dari partai politik," kata dia.

    Isu reshuffle muncul setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa perombakan kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat. Perombakan kabinet tersebut dilakukan untuk memperbaiki kinerja sejumlah kementerian yang dianggap kurang berprestasi. Sejumlah lembaga survei dan riset politik juga menyarankan Presiden Jokowi segera melakukan perombakan kabinet.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.