Puluhan Pabrik di Cilegon Hasilkan Limbah Beracun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di atas jembatan sungai Cisodong aliran sungai Citarum, yang tercemar limbah pabrik di Desa Cipendeuy, Padalarang, Jawa Barat, 5 Mei 2015. Persoalan pengelolaan limbah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat mengkhawatirkan, ratusan pasal tentang pelindungan lingkungan masih terabaikan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Warga melintas di atas jembatan sungai Cisodong aliran sungai Citarum, yang tercemar limbah pabrik di Desa Cipendeuy, Padalarang, Jawa Barat, 5 Mei 2015. Persoalan pengelolaan limbah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat mengkhawatirkan, ratusan pasal tentang pelindungan lingkungan masih terabaikan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Cilegon:  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat, sebanyak 78 pabrik ditengarai menghasilkan  limbah berbahaya. Semua pabrik penghasil limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ini merupakan pabrik petrokima yang menghasilkan plastik  hingga karbon.

    "Limbah B3 dapat menyebabkan penyakit pernafasan, kulit hingga kanker otak. Bahkan dapat menyebabkan kematian,"  kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Banten Uus Koeswaya di Cilegon, Kamis 8 Mei 2015.

    Menurut Uus, sebaran pabrik penghasil limbah B3  tersebut terbagi dalam empat zona. Zona satu, berada di wilayah Anyer hingga perbatasan Ciwandan. Zona dua, berada di Ciwandan sampai Cilegon, zona tiga di Kawasan Gerem sampai Cilegon. Sementara zona empat berada kawasan industri di sepanjang kawasan Merak.

    “Semua itu industri yang memproduksi bahan kimia dengan pencemaran udara yang sangat tinggi," ucapnya.

    Uus menambahkan,  ancaman pencemaran limbah ini semakin besar jika terjadi kebocoran pada pembuangan uap industri dan reaktor pengolahan bahan. Terlebih, jika limbah tersebut belum disterilisasi. Sayangnya, BPBD Banten belum mengantongi data akurat mengenai jenis limbah yang dihasilkan oleh masing-masing industri.

    Uus mendesak seluruh industri yang ada di Kota Cilegon untuk lebih terbuka dan bersedia mengkordinasikan jenis limbah yang mereka produksi. “Industri jangan tertutup. Krakatau Posco meledak seperti kemarin saja, kami susah masuk. kita tidak ingin  kejadian seperti di Cernobyl, Jepang, dan negara-negara lain yang udaranya tercemar limbah-limbah kimia,” ujarnya.

    Sebelumnya, ratusan warga dari Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, terpaksa angkat kaki dari kampung halamannya. Mereka hengkang karena kampung halamannya sudah tercemar dan polusi udara.  Warga banyak yang memilih pindah ke Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.

    “Kami sudah puluhan tahun menetap di sana. Tapi sekarang sudah tidak sehat lagi karena sudah tercemar oleh polusi dan bunyi bising industri karena jarak kampung kami sangat dekat dengan pabrik,” ujar Ajiz, salah seorang warga kecamatan Ciwandan,  Cilegon.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.