Jelang UN SMP, Kak Seto : Saatnya Bersantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua peserta mengerjakan soal Ujian Nasional Paket C SMA Sederajat di Lembaga pemasyarakatan Anak Pria Tangerang, Banten, 13 April 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Dua peserta mengerjakan soal Ujian Nasional Paket C SMA Sederajat di Lembaga pemasyarakatan Anak Pria Tangerang, Banten, 13 April 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seto Mulyadi alias Kak Seto, psikolog anak meminta kepada siswa  Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menghadapi Ujian Nasional, besok, Senin,  4 Mei, agar tak lagi memeras otak untuk belajar. Sebaliknya, siswa harus mengendurkan  otak dengan bersantai. "Saat belajarnya sudah lewat," kata Kak Seto saat  dihubungi, Minggu, 3 Mei 2015 pagi ini.

    Kak Seto mengatakan bersantai menjelang ujian akan membuat faktor emosi siswa  yang masih remaja tersebut cenderung stabil. Sehingga, mereka tak canggung menghadapi ujian akhir tersebut, "Ini masa pancaroba bagi mereka,  biasanya emosional," katanya.

    Ujian Nasional akan berlangsung hingga Kamis, 7 Mei 2015. Mulai tahun ini ujian akhir tak lagi menjadi faktor utama kelulusan siswa, melainkan sarana pemetaan  pendidikan. Faktor lainnya seperti mata pelajaran yang terangkum dalam nilai rapor juga ikut mendukung kelulusan.

    Meski demikian, UN tetap menjadi alat pengukur pencapaian kompetensi siswa. Bahkan masih menjadi dasar seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga siswa harus bisa melewati ujian ini dengan hasil maksimal.

    Menurut Kak Seto, peran orang tua maupun orang di lingkungan rumah sangat besar agar anak tidak grogi menghadapi ujian nasional. Salah satunya dengan perhatian yang lebih sebelum mereka menghadapi jenjang pendidikan tersebut.

    Bentuk perhatian, kata dia, seperti memberi nasehat dan doa agar tetap konsentrasi dan tenang menghadapi soal ujian. Kemudian untuk sang ibu,  membuat masakan kesukaan sang anak di rumah. "Apalagi ini akhir pekan, buat mereka menikmati," ucapnya.

    Peran guru, kata, bekas Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak itu, juga harus dominan agar siswa sukses menghadapi ujian itu. Namun untuk waktu yang tinggal sehari ini, guru sebaiknya tak lagi meminta belajar, melainkan memberi sugesti positif kepada mereka,  "Semacam doa penguatan agar tenang," katanya.

    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.