KPK Menggeledah Kemenhut, Ini Hasilnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua penyidik KPK membawa box berisi berkas-berkas, setelah menggeledah kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, 16 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dua penyidik KPK membawa box berisi berkas-berkas, setelah menggeledah kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, 16 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita beberapa barang bukti dari penggeledahan di Kementerian Kehutanan, di antaranya dua koper berukuran besar, dua tas ransel hitam berukuran sedang, dan satu boks kontainer.

    "Dari informasi yang saya dapat, sih, isinya dokumen kasus Jonggol Asri dan revisi izin alih fungsi hutan Riau. Selain itu saya tidak tahu," kata Kepala Pusat Infomasi Kemenhut Eka Sugiri kepada Tempo, Selasa, 16 Desember 2014. (Baca:KPK Geledah Kemenhut, Pegawai Malah Tidur)

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, KPK menggeledah lantai 2 (bagian perencanaan kawasan hutan), 3 (bagian tata usaha kementerian), 4 (ruang menteri), 5 (bagian bina usaha kehutanan), 6 (bina usaha kehutanan), 7 (direktorat jenderal planologi), dan 11 (bina usaha kehutanan). Penggeledahan tersebut berlangsung selama sepuluh jam, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 19.45 WIB. (Baca: KPK Kaji Peran Kemenhut dalam Kasus Suap Hutan)

    Saat penggeledahan, Menteri Siti Nurbaya sedang mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan ke Tarakan. Sedangkan, Dirjen Planologi Bambang Soepijanto di Kalimantan Utara.  Tempo belum dapat menghubungi Bambang untuk mendapat konfirmasi. Telepon selulernya berada di luar jangkauan hingga malam ini.

    Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan penggeledahan tersebut terkait dengan tindak pidana korupsi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor. Pada November lalu, KPK memeriksa Dirjen Planologi Bambang Soepijanto sebagai saksi untuk Cahyadi Kumala. (Baca: Kasus Hutan Riau, KPK Panggil Romahurmuziy)

    Penyidik komisi antirasuah juga memeriksa bekas Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, kini Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan penyidik memeriksa keduanya karena jabatan mereka berkaitan dengan pengungkapan kasus tersebut.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca juga:
    Teror di Sydney, #illridewithyou Cegah Benci Islam 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan

    Jokowi Panjat Menara Intai Perbatasan di Sebatik

    Mengapa Menteri Susi Ngotot ke Sinjai Hari Ini?

    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.