Kronologi Baku Tembak TNI Vs Polri di Batam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman menunggu kedatangan Presiden SBY saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    (dari kiri) Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman menunggu kedatangan Presiden SBY saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Batam - Warga Perumahan Wanamas, Batam, berhamburan keluar karena mendengar tembakan di sekitar Markas Komando Brigade Mobil. Insiden diawali oleh percekcokan antara polisi dan tentara siang tadi. Pada saat itu, dua anggota tentara Yonif 134 mengisi bensin dan bertemu dua anggota Brimob yang sama-sama ingin mengisi bahan bakar. 

    Keributan dimulai di tempat pengisian bahan bakar. Diawali dengan saling lirik, kemudian terjadilah percekcokan di antara mereka. Merasa tidak senang, seorang tentara memanggil rekan-rekannya sebanyak 30 orang untuk menyerang Markas Brimob. Akibat penyerangan tersebut, dua ruangan dihancurkan oleh anggota tentara, salah satunya poliklinik.

    Peristiwa tersebut mereda setelah datangnya Danrem Kepulauan Riau Brigadir Jenderal TNI Eko Mardiyono. Setelah itu, mereka mengadakan konferensi pers dan sepakat untuk berdamai. 

    Namun, pada pukul 20.00, terdengar tembakan yang makin lama makin sering. Bahkan Tempo dari jarak 100 meter masih mendengar suara tembakan yang sporadis. Hingga berita ini ditulis, baku tembak masih terdengar. "Kami khawatir kena peluru nyasar," ujar Anton, 27 tahun, warga Perumahan Wanamas, Rabu, 19 November 2014. Hingga kini belum diketahui jumlah korban yang jatuh. 

    RUMBADI


    Baca juga:
    Saat Ahok Dilantik di Istana, Ini Langkah FPI  
    Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas
    Tes Keperawanan Polwan Bikin Heboh Polri  
    Cerita Dewi yang Dipaksa Jadi 'Bunglon' oleh Negara  
    Alasan Jokowi Tak Bisa Dimakzulkan karena BBM 

     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.