Dua Jurnalis Prancis di Papua Terancam 5 Tahun Bui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentine Bourrat (kiri) dan Thomas Dansois, dua wartawan Prancis yang ditahan di Papua. Istimewa/Reporters Without Borders

    Valentine Bourrat (kiri) dan Thomas Dansois, dua wartawan Prancis yang ditahan di Papua. Istimewa/Reporters Without Borders

    TEMPO.CO, Jayapura - Dua jurnalis Prancis untuk pertama kalinya disidang di Pengadilan Klas I A Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin, 20 Oktober 2014. Marie Valentine Louise Bourrat, 29 tahun, dan Thomas Charles Dandois, 40 tahun, didakwa melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena memakai visa kunjungan wisata untuk melakukan kegiatan jurnalistik di Indonesia.

    “Sehingga perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dengan ancaman lima tahun dan dikenakan denda kumulatif,” kata jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Papua, Sukanda, hari ini. (Baca juga: HRW Minta Jokowi Bebaskan Dua Jurnalis Prancis)

    Menurut Sukanda, Bourrat dan Dandois datang dengan visa kunjungan wisata, tapi melakukan kegiatan jurnalistik di Doyo, Kabupaten Jayapura, dengan mewawancarai Presiden Federal Republic of West Papua Forkorus Yaboisembut. Keduanya pun melakukan peliputan terhadap kelompok kriminal bersenjata di Papua. (Baca juga: Salahi Izin, Jurnalis Prancis Ditangkap di Papua)

    Sukanda mengatakan kedua jurnalis Prancis tersebut meliput untuk mengetahui sosial budaya dan sejarah serta alasan kelompok sipil bersenjata ini melawan pemerintah.

    Mereka, kata Suknda, mengetahui bahwa wartawan asing tidak bisa melakukan kegiatan jurnalistik di Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan wisata. Mereka harus menggunakan izin bagi jurnalis dari pemerintah Indonesia yang dikoordinasi oleh Kementerian Luar Negeri.

    Penasihat hukum dua mereka, Aristo M.A. Pangaribuan, mengatakan surat dakwaan jaksa tak jelas. Sebab, tak disebutkan apa yang dimaksud dengan kerja jurnalistik.  

    Sebelumnya, kedua jurnalis itu ditangkap aparat kepolisian pada 7 Agustus 2014 di Wamena. Kepolisian menuding keduanya melakukan kegiatan jurnalistik terhadap kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka. Barang bukti yang telah diserahkan ke jaksa yakni rekaman audio, video, dan barang-barang lainnya, termasuk laptop dan ponsel.

    CUNDING LEVI

    Berita lain:
    Di Ruang Rapat, SBY Pamer Google Earth ke Jokowi  
    Apa Kata Media Asing Soal Pelantikan Jokowi?
    Dracula Pun Berhati Manusia

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.