2 Jurnalis Prancis di Papua Divonis Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejak ditahan penyidik 14 Agustus lalu, dua jurnalis asal Perancis, Marie Valentine Louise Bourrat alias Valentine Bourrat (29) dan Thomas Charles Dandois (40) di sidang di Pengadilan Kelas I A Jayapura, Papua, 20 Oktober 2014. Keduanya dianggap melanggar Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman lima tahun dan dikenakan denda komulatif.Tempo/Cunding Levi

    Sejak ditahan penyidik 14 Agustus lalu, dua jurnalis asal Perancis, Marie Valentine Louise Bourrat alias Valentine Bourrat (29) dan Thomas Charles Dandois (40) di sidang di Pengadilan Kelas I A Jayapura, Papua, 20 Oktober 2014. Keduanya dianggap melanggar Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman lima tahun dan dikenakan denda komulatif.Tempo/Cunding Levi

    TEMPO.CO, Jayapura - Dua jurnalis Prancis, Thomas Charles Dandois, 40 tahun, dan Marie Valentine Louise Bourrat, 29 tahun, akan menjalani sidang vonis kasus pelanggaran izin tinggal di Pengadilan Kelas IA Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 24 Oktober 2014.

    "Sidang pembacaan putusan rencananya akan dilakukan pada Jumat, 24 Oktober 2014," kata ketua majelis hakim, Martinus Bala, dalam sidang pembacaan tuntutan, Kamis lalu. (Baca juga: 2 Jurnalis Prancis di Papua Dituntut 4 Bulan Bui)

    Menurut Martinus, sidang sengaja dipercepat karena terdakwa adalah dua warga negara asing dan telah ditahan sejak 24 Agustus 2014 di Imigrasi Jayapura. Masa penahanan ini dirasa sudah cukup lama oleh majelis hakim untuk seorang warga negara asing.

    Kedua jurnalis Prancis tersebut dituntut masing-masing 4 bulan penjara dan denda Rp 2 juta. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Papua, Sukanda, menyatakan kedua jurnalis itu terbukti melanggar Pasal 122a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Kuasa hukum kedua terdakwa, Aristo Pangaribuan, mengapresiasi tuntutan yang diberikan jaksa yang begitu rendah dibanding hukuman maksimal dengan ancaman 5 tahun penjara. "Namun kami tetap berpendapat, kedua klien kami tak bersalah. Sebab, keduanya belum melakukan kegiatan jurnalistik, tapi hanya melakukan riset awal dan belum diolah serta dipublikasikan ke media massa," katanya.

    CUNDING LEVI

    Berita lain:
    Pesawat Australia Mendarat karena Diancam Ditembak
    Rahasiakan Nama Menteri, JK Main Kucing-kucingan
    Sukhoi Kejar Pesawat Australia yang Nyelonong

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?