Golkar Gabung Pemerintah,Fadel Kasihan Pada Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta sekaligus Presiden terpilih, Joko Widodo, bersama Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi, meninggalkan ruangan usai mendengarkan rapat pandangan para fraksi-fraksi  partai di Gedung DPRD, Jakarta, 6 Oktober 2014. Seluruh fraksi menerima pengunduran diri Jokowi dari Gubernur DKI. TEMPO/Dasril Roszandi.

    Gubernur DKI Jakarta sekaligus Presiden terpilih, Joko Widodo, bersama Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi, meninggalkan ruangan usai mendengarkan rapat pandangan para fraksi-fraksi partai di Gedung DPRD, Jakarta, 6 Oktober 2014. Seluruh fraksi menerima pengunduran diri Jokowi dari Gubernur DKI. TEMPO/Dasril Roszandi.

    TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya Fadel Muhammad menilai, ucapan presiden terpilih Joko Widodo ihwal partainya yang masih berpeluang gabung ke Koalisi Indonesia Hebat setelah musyawarah nasional, tidak realistis. Menurut Fadel, Jokowi tidak tahu kondisi sebenarnya.

    "Saya kasihan saja seorang presiden yang tidak punya latar belakang politik menyampaikan pernyataan seperti itu," ucap Fadel usai menghadiri diskusi bertajuk "Bukan Parlemen Biasa" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Oktober 2014.

    Fadel memaklumi Jokowi mengeluarkan pernyataan seperti itu. Sebab, menurut Fadel, Jokowi tidak mempunyai rekam jejak politik yang jelas. "Saya gubernur, dia wali kota. Tapi saya juga jadi Ketua DPD I Gorontalo," ucap bekas menteri kelautan dan perikanan itu.(Baca : Pengamat Minta Jokowi Gaet Koalisi dengan Menteri)

    Saat ke Jakarta, Fadel menyatakan, dia menjadi pengurus pusat Golkar.Karena itu, menurut Fadel, ucapan mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu tidak menggambarkan sebagai seorang politikus. "Saya kasihan saja. Itu kan tidak pantas," ujar Fadel.

    Dalam sebuah wawancara dengan Tempo, Jokowi mengatakan pemerintahannya membutuhkan dukungan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat guna mengamankan programnya. Selain kedua partai itu, Jokowi juga mengincar dukungan Golkar.

    "Sekarang mungkin PPP masih di sana, tapi siang atau besok belum tentu," kata Jokowi, kemarin. "Memang, Demokrat saat ini masih penyeimbang, tapi minggu depan belum tentu. Bahkan, Golkar sebelum munas bisa ke kami, setelah munas bisa juga ke kami,"kata dia.

    SINGGIH SOARES


    Berita Terpopuler
    Kata Prabowo Soal Wawancara Hashim Djojohadikusumo 

    Jadi Biang Walk-Out, Ini Sanksi SBY Buat Nurhayati 

    AJI Minta Hashim Buktikan jika Ada Berita Keliru 

    Pembelaan Ibas SBY Soal Tudingan Main Proyek




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.