Doa Ruhut untuk SBY-Mega: Tunjukkan Mukjizat-Mu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY (kanan) berjabat tangan dengan Megawati Soekarnoputri (3 kiri), Try Sutrisno dan Hamzah Haz di kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta (1/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    SBY (kanan) berjabat tangan dengan Megawati Soekarnoputri (3 kiri), Try Sutrisno dan Hamzah Haz di kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta (1/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku kerap diutus partainya untuk menjadi penghubung dan pengatur pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Baca: Pimpinan DPR Dikuasai Pro-Prabowo, Puan: Zalim)

    Ruhut mengatakan usahanya mempertemukan SBY dengan Megawati tidak bisa terwujud hingga sekarang. "Saya selalu memohon kepada Tuhan agar menunjukkan mukjizat-Nya. 'Pertemukan dua tokoh ini, ya Tuhan'," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2014. (Baca: Setya Novanto Cs Jadi Pimpinan DPR, PDIP Kalah 2-0)

    Padahal, kata Ruhut, pertemuan SBY dengan Megawati dapat membuat suasana politik lebih kondusif. "Saat menjabat presiden, SBY selalu merendah ingin bertemu. Tapi Bu Mega yang enggak mau," katanya. Selama Mega ada waktu untuk bertemu, kata dia, SBY meluangkan waktu kapan pun. (Baca: Wanita Ini Kalahkan Perolehan Suara Puan dan Ibas)

    Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan SBY tidak merespons keinginan partainya untuk bertemu. "Hari ini (Rabu, 1 Oktober 2014) dari siang, saya, Jokowi, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh berusaha untuk bisa bertemu dengan Pak SBY, tapi mungkin Tuhan berkehendak lain," kata Puan. (Baca: Puan: Kami Ajak SBY Bertemu, Tapi Tak Ada Respon)

    Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan pertemuan SBY dengan Megawati digagas guna membangun koalisi untuk menggalang kekuatan di parlemen. PDIP dan rekannya di koalisi merasa perlu menggandeng partai lain agar bisa mengajukan paket calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. (Baca: SBY Jawab Kemarahan Netizen di @SBYudhoyono)

    "Yang berhak mengajukan adalah lima partai, saat ini kami baru dapat empat partai," katanya. Namun kesepakatan tak terjadi. PDIP gagal melobi Demokrat. Partai besutan Presiden Yudhoyono itu lebih memilih merapat ke koalisi penyokong Prabowo Subianto.   

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Topik terhangat:
    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Megawati ke Gus Dur: Sampeyan Enak, Saya Pusing
    Keluarga Adam Malik Gugat Bank Swiss Bikin Heboh
    Berapa Uang Saku Pelantikan Anggota DPR?
    Duka Pewaris Naskah 'Genjer-genjer'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.