Kenang Munir, Suciwati Putar Film HAM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suciwati isrtri almarhum Munir. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Suciwati isrtri almarhum Munir. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Batu - Untuk memperingati sepuluh tahun kematian Munir Said Thalib, Omah Munir memutar film bertema hak asasi manusia. Film tersebut berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang bercerita tentang kerusuhan di Ambon. "Pemutaran film nanti malam," kata istri mendiang Munir, Suciwati, Sabtu, 6 September 2014, di Omah Munir, Jalan Bukit Berbunga, Kota Batu. (Baca: Refleksi 10 Tahun Munir Bakal Diisi Pentas Seni)

    Film yang dirilis 19 Juni 2014 ini dibintangi Chicco Jerikho dan Shafira Umm. Film tersebut menceritakan sosok Sani Tawainella (Chicco Jericho) yang berusaha menyelamatkan anak yang menjadi korban konflik agama di Ambon.

    Sepak bola menjadi salah satu cara mempersatukan anak yang terlibat dalam konflik agama. Mereka berada di tengah kesulitan hidup serta pilihan antara keluarga dan tim sepak bolanya. Film inspiratif ini diangkat dari kisah nyata dengan latar Kota Ambon yang tengah terjadi konflik berdarah pada 1999-2000. Sutradara Angga Dwimas Sasongko memoles film ini menjadi tontonan yang menarik dan memberi pelajaran.

    Setelah pemutaran film tersebut, akan digelar diskusi dan bedah film bersama para aktor dan produser Glenn Fredly. Seniman Butet Kartaredjasa serta dua pelawak tunggal, yakni Ari Kriting dan Ernes Prakasa, juga hadir dalam acara tersebut. Digelar pula lomba stand up comedy bertema HAM, serta melukis dan mewarna avatar Munir oleh siswa sekolah dasar.

    Omah Munir dibangun setahun lalu sebagai simbol perjuangan HAM yang didesain terbuka, nyaman, akrab, dan ramah anak. Omah Munir dibangun di kediaman Munir di Batu. Bentuk asli rumah keluarga Munir dipertahankan agar terkesan alami. Tak ubah lanskap, hanya merenovasi rumah menjadi lebih terbuka. (Baca: Omah Munir Jadi Obyek Wisata Sejarah)

    Sebagian bangunan dipugar, ditata sesuai dengan konsep ruang pamer sejarah perjalanan Munir. Dua kamar tidur bakal diubah menjadi ruang perpustakaan yang menyimpan buku koleksi Munir. Sedangkan ruang tamu bakal disulap menjadi ruang pamer, diorama, dan audio-visual yang merekam perjalanan Munir dan sejarah HAM di Indonesia. Omah Munir dibuat untuk memperjuangkan HAM dan pusat pendidikan hak asasi. (Baca: Kronologi Kematian Munir)

    M. EKO WIDIANTO

    Topik Terhangat:
    Koalisi Jokowi-JK | Jero Wacik | Polisi Narkoba | Ancaman ISIS | Pembatasan BBM Subsidi



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.