Lama Tak Bertemu, Machfud: Anas Terkencing-kencing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada kejadian menarik dalam sidang kasus korupsi proyek Hambalang. Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso, yang menjadi saksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum mengeluarkan komentar yang memancing tawa pengunjung sidang.

    Kejadian itu bermula saat Anas meminta izin kepada hakim untuk ke kamar mandi, lantaran tidak tahan ingin segera buang air kecil. Ketua majelis hakim, Haswandi, mengizinkannya. Sidang pun ditunda sekitar lima menit.

    "Baik, sidang kami tunda dulu," kata Haswadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2014. Setelah mendapatkan izin, Anas bergegas menuju toilet.

    Sebelum keluar dari ruang sidang, Machfud mengeluarkan celetukan. "Mas Anas terkencing-kencing karena sudah lama tidak bertemu dengan saya, Yang Mulia," kata Machfud disambut gelak tawa pengunjung. (Baca: Mantan Ajudan Curhat Sering Dipukul Nazaruddin)

    Namun, Anas tidak menanggapinya. Bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu terus melangkahkan kakinya ke luar ruang sidang. Machfud mengatakan, sejak ditahan, dia jarang bertemu dengan Anas.

    Lantaran Anas belum juga kembali ke ruang sidang, Machfud kembali menceletuk. Menurut dia, Anas tidak membuang air kecil. "Kencing, kok, lama. Mungkin sakit perut dia," ucap Machfud.

    Anas diduga menerima gratifikasi dan menggalang dana secara ilegal untuk memenangkan pemilihan Ketua Umum Demokrat dalam Kongres Bandung, Mei 2010. Beberapa saksi yang telah menghadiri persidangan mengungkapkan adanya peredaran uang dalam jumlah besar untuk pemenangan Anas. (Baca: Anas Bantah Terima Uang dari Machfud Suroro)

    SINGGIH SOARES 

    Baca juga:
    Florence 'Ratu SPBU' Jadi Trending Topic Dunia 
    Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero 
    UGM Akan Beri Sanksi untuk Florence 'Ratu SPBU' 
    Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok
    Ajukan Konsep Gerindra, Suhardi Ditolak Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.