Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi saat diwawancarai di kediamannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa 22 April 2014. Suhardi juga dikenal sebagai Profesor Telo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi saat diwawancarai di kediamannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa 22 April 2014. Suhardi juga dikenal sebagai Profesor Telo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Almarhum Suhardi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya atas permintaan langsung Prabowo Subianto. Berdasarkan wawancara Tempo dengan Prabowo pada Oktober 2013, Prabowo bercerita soal alasannya memilih Suhardi sebagai ketua umum. (Baca: Ajukan Konsep Awal Gerindra, Suhardi Sempat Ditolak Prabowo)

    Prabowo mengaku kagum terhadap Suhardi. "Beliau kok berpikir sederhana sekali," ujar Prabowo, seperti yang dikutip dari majalah Tempo edisi 6 Juli 2014. (Baca: Rachel Maryam Anggap Suhardi Ayah Sendiri)

    Prabowo mengaku kaget ketika berkunjung ke rumah Guru Besar Universitas Gadjah Mada ini. Prabowo mendapati sang profesor masih menggunakan kloset jongkok. Hal ini pula yang membuat Prabowo yakin Suhardi tak akan korupsi dan menjadikan Suhardi ketua umum partai barunya. (Baca: Fadli Zon: Suhardi 27 Tahun Tak ke Rumah Sakit)

    Prabowo dan Suhardi bertemu pada 2003 dalam sidang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Pada Desember 2004, Suhardi memimpin sidang musyawarah nasional. Saat itu Prabowo menjadi ketua umum setelah mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan. (Baca: Jenazah Suhardi Dibawa ke Jogja Pagi Ini)

    Dua bulan sebelum perumusan pembentukan Partai Gerindra di Thailand, Prabowo meminta Suhardi datang ke Jakarta. Prabowo menyampaikan kepada Suhardi rencana mendirikan partai baru dan memintanya menjadi ketua partai. (Baca: Suhardi Disebut Lewati Masa Kritis)

    Suhardi meninggal pada Kamis, 28 Agustus 2014 pukul 21.44 di Rumah Sakit Pusat Pertamina karena kanker tenggorokan yang menyebar hingga ke paru-paru. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Saat ini jenazah disemayamkan di DPP Partai Gerindra, Ragunan, dan akan diberangkatkan ke Yogyakarta pukul 08.00 pagi.


    Majalah TEMPO| TIKA PRIMANDARI

    Terpopuler
    Ditolak SBY, Jokowi Siap Naikkan Harga BBM
    Pelat Nomor Lamborghini Lulung Tak Terdaftar
    Jokowi Diuntungkan Jika SBY Naikkan BBM
    Ibu Wartawan AS Minta ISIS Contoh Nabi Muhammad
    Ahok: Tak Pakai Wakil Tak Masalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...