Rabu, 14 November 2018

Saksi Prabowo-Hatta Permasalahkan Pemilih dalam DPKTb

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga jelang sidang lanjutan gugatan Capres Prabowo Subianto di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 8 Agustus 2014.  REUTERS/Darren Whiteside

    Polisi berjaga jelang sidang lanjutan gugatan Capres Prabowo Subianto di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 8 Agustus 2014. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua puluh saksi dari pihak Prabowo-Hatta Rajasa telah selesai memberikan keterangan mengenai dugaan kecurangan dalam pemilihan presiden 2014 9 Juli lalu.

    Para saksi memberikan keterangan di ruang rapat pleno Mahkamah Konstitusi pada Selasa, 12 Agustus 2014. Beberapa saksi menyampaikan keberatan mereka atas jumlah pemilih dalam daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb).

    Saksi mandat tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmad Baskam Muhammad, misalnya. (Baca: Saksi Kubu Prabowo dari Papua Kocok Perut Hakim MK)

    "Jumlah DPKTb membeludak di Sulawesi Selatan," kata Ahmad. "Khususnya di Makassar dan Gowa," katanya. Di Sulawesi Selatan, pemilih dalam DPKTb berjumlah 85.196 orang, sedangkan jumlah pemilih dalam DPKTb di Makassar sekitar 40 ribu dan di Gowa kira-kira 11 ribu.

    Selain itu, Ahmad juga mempermasalahkan belum diberikannya data DPKTb yang dia minta kepada petugas KPU Provinsi Selatan. "Mereka selalu bilang belum terdata lengkap," katanya.

    Permasalahan dalam DPKTb juga diutarakan oleh Hardi, saksi mandat tingkat KPU Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut dia, jumlah nama dalam DPKTb Sulawesi Tenggara membeludak, yaitu 23.382 pemilih. "Data pemilih DPKTb masih diragukan," ujarnya.

    Saksi mandat tingkat KPU Provinsi Sulawesi Utara, Amir Lupito, juga mempermasalahkan jumlah pemilih dalam PKTb. "Khususnya di Manado," katanya. DPKTb di Manado memuat 18.060 nama, sedangkan DPKTb di Sulawesi Utara mencantumkan 38.051 pemilih. (Baca: Pendukung Prabowo Mulai Mengepung MK Lagi)

    Selain itu, menurut Amir, jumlah pemilih dalam DPKTb di Manado saat pemilihan presiden 2014 sama dengan saat pemilihan legislatif lalu. "Jumlahnya membeludak dan tidak masuk akal," katanya. Karena itu, sebelum pemungutan suara 9 Juli, sudah ada pendataan ulang agar tidak ada lagi jumlah pemilih yang terlampau banyak dalam DPKTb. "Tapi ternyata tetap terjadi di pilpres kemarin," ujar Amir.

    ODELIA SINAGA










    Berita Terpopuler:
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati  
    Penyebab Hilangnya Suara Jokowi-Kalla Belum Jelas  
    Lima Pemain MU Ditendang, Kagawa Aman
    Benarkah Megawati Ikut Memilih Tim Transisi?  
    5 Hal Kontroversial tentang Syahrini  
    SBY, Orang Paling Tepat Bantu Transisi Jokowi




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?