Jokowi Siapkan Pertanyaan Khusus untuk Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Capres Cawapres Partai Gerindra Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berjabat tangan dengan Pasangan Capres Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, sebelum acara Debat Capres-Cawapres, di Jakarta, 9 Juni 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Pasangan Capres Cawapres Partai Gerindra Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berjabat tangan dengan Pasangan Capres Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, sebelum acara Debat Capres-Cawapres, di Jakarta, 9 Juni 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta - Juru bicara tim pemenangan calon presiden Joko Widodo, Anies Baswedan, membenarkan jika tim ahli mantan Wali Kota Surakarta tersebut sudah menyiapkan pertanyaan khusus untuk Prabowo Subianto. Sayangnya, Anies merahasiakan pertanyaan apa saja yang akan diberikan kepada mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus tersebut. "Pasti akan bersiap, tapi 'kan' rahasia," kata Anies saat dihubungi Tempo, Sabtu, 21 Juni 2014.

    Komisi Pemilihan Umum sesuai rencana akan menggelar debat capres putaran ketiga dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional besok, Ahad, 22 Juni 2014 di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat besok. Komisi pun sudah menunjuk Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana sebagai moderator.

    Sementara itu anggota tim pakar Sekretariat Nasional Jokowi, Eva Kusuma Sundari, mengatakan bahwa bukan hanya tim ahli yang menyiapkan pertanyaan untuk Prabowo Subianto. Menurut dia, Jokowi sendiri ikut menyiapkan materi pertanyaan pada sesi tanya-jawab. (Baca: Mahfud Md. Sebut Soekarno Langgar HAM, PDIP Kecewa)

    "Dari debat yang lalu, Pak Jokowi suka menyiapkan sendiri pertanyaan untuk lawan," kata Eva melalui pesan singkat kepada Tempo sore hari ini. Sayangnya, Eva juga tutup mulut sat ditanya soal materi pertanyaan untuk Prabowo.

    Dalam debat capres putaran kedua dengan tema ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang digelar Ahad 15 Juni 2014, Jokowi dinilai mengungguli Prabowo. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ade Armando menilai Jokowi lebih cakap dalam beradu argumen saat sesi tanya-jawab. Jawaban Jokowi dianggapnya lebih realistis dan natural ketimbang Prabowo. (Baca: Bantah Mahfud Md, JK: Soekarno Tidak Melanggar HAM)

    Sementara Prabowo dianggap Ade lebih unggul dalam menyampaikan pidato. Menurut dia, saat pidato itulah kemampuan Prabowo sebagai orator tampak sangat kuat. "Tapi jika di luar 'zona aman', Prabowo tampak gugup," kata Ade kepada Tempo pekan lalu.

    INDRA WIJAYA

    Berita Lain
    Usai Diberedel, Keluarga Prabowo Ingin Beli Tempo 
    Goenawan Mohamad: Kita Takut Orde Baru Lahir Lagi
    Kata Carrefour, Lebih Mudah Unilever Ketimbang UKM  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.