Dokter TNI AU yang Dianiaya Diajak Tutup Kasus?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit saat upacara peringatan HUT TNI AU ke-67 Tahun 2013 di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (9/4). Peringatan HUT TNI AU ke-67 tahun 2013 ini dimeriahkan dengan parade pasukan upacara, atraksi

    Sejumlah prajurit saat upacara peringatan HUT TNI AU ke-67 Tahun 2013 di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (9/4). Peringatan HUT TNI AU ke-67 tahun 2013 ini dimeriahkan dengan parade pasukan upacara, atraksi "marching band" Akademi Angkatan Udara, penerjunan "free fall", aksi penanggulangan teror oleh Korpaskhas, aksi the Jupiter Team dengan enam pesawat fix-wing KT-1 dan aksi the Pegasus Team dengan lima helikopter Colibri EC-120B. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pengeroyokan Kapten Arief, dokter Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di Wing Pendidikan Terbang Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta, oleh Letnan Satu Dika dan tujuh perwira laininya kini masih dalam tahap penyelidikan. Menurut sumber Tempo, untuk menyelesaikan kasus ini, ada pihak yang diduga berupaya melakukan rekayasa untuk mengaburkan fakta yang benar. (Baca: Fakta Kasus Penganiayaan Dokter TNI AU Dikaburkan?)

    Salah satu upaya itu, menurut sumber itu, Kapten Arief disodori surat pernyataan bermaterai. Inti surat itu, Arief bersedia menutup kasus yang melibatkan delapan tentara itu. Tujuannya, kata sumber di TNI AU ini, para tentara pengeroyok dokter Arif tak diseret ke pengadilan militer. “Termasuk ada rekayasa tanggal dokter Arief ke Jakarta yang disamakan dengan Letnan Satu Dika,” ujar sumber itu, Sabtu, 29 Maret 2014. (Baca: Dokter Tentara Dikeroyok 9 Perwira TNI AU di Yogya).

    Tak hanya ada upaya untuk menutup kasus ini, para perwira yang memukuli Kapten Arief juga disebut mungkin akan mengikuti Sekolah Instruktur Penerbangan tahun depan. Padahal, pada 12 Maret lalu, delapan perwira itu mengeroyok Arief hingga babak belur. Arief kini masih RS AU Hardjolukito, Yogyakarta.

    Saat ini, empat dari delapan tentara pengeroyok itu dikeluarkan dari Sekolah Instruktur Penerbangan Angkatan 71 itu. Mereka dikembalikan ke skuadron asalnya. Mereka yang dikeluarkan, menurut sumber tersebut, merupakan tentara yang paling gencar menganiaya Aref. (Baca: Karier Perwira Pengeroyok Dokter Arief Tamat?)

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto membantah adanya rekayasa untuk menutup kasus ini. Kalaupun ada kejanggalan, kata dia, akan tetap termonitor.  "Nanti di pengadilan akan kelihatan, tapi substansinya tetap pada pengeroyokannya," katanya ketika dihubungi Tempo, Ahad, 30 Maret 2014.  "Saya kira nanti diproses BAP (berita acara pemeriksaan) akan ketahuan.”

    RIZKI PUSPITA SARI | LINDA TRIANITA

    Berita terpopuler
    Penganiayaan Kapten Arief, TNI AU Yogya Bungkam 
    Polisi Militer Tangani Pengeroyok Dokter Tentara 
    TNI AU Selidiki Penganiayaan Dokter Tentara Arief
    Mengapa Letnan Satu D Keroyok Dokter TNI AU?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!