Ibu Terduga Penculik Bayi di RS Hasan Sadikin Syok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lasmaria Boru Manulang memandangi bayinya, Valencia Manurung, pada saat dipertemukan di Polsek Sukajadi, Bandung, Jawa Barat,(28/3). ANTARA/Novrian Arbi

    Lasmaria Boru Manulang memandangi bayinya, Valencia Manurung, pada saat dipertemukan di Polsek Sukajadi, Bandung, Jawa Barat,(28/3). ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Bandung - Area dan rumah orang tua dari Desy Ariyani, terduga penculik bayi putri pasangan Toni-Lasmaria, di Jalan Sukawarna Gang V tampak sepi, Sabtu siang, 29 Maret 2014. Rumah yang kini dihuni ibu kandung Desy, Mimi, itu tampak ditunggui seorang pemuda bernama Wendi yang duduk di teras.

    "Iya, memang di sini rumah Desy. Tapi ibunya (Mimi) lagi sakit-sakitan, syok mendengar berita tentang Desy. Dia sedang istirahat di kamarnya, enggak mau diganggu," ucap Wendi saat Tempo datang berkunjung, Sabtu siang, 29 Maret 2014. Dia mengaku tak berani mengganggu Mimi.

    Jumat malam, 28 Maret 2014, Desy ditangkap polisi setelah sempat kabur dan mencoba bunuh diri dengan terjun bebas dari jembatan layang Pasupati, tak jauh dari rumah mereka, sekitar pukul 21.30 WIB. Desy diduga menculik putri pasangan Toni dan Lasmaria, Valencia, yang saat ini baru berusia 3 hari. (Baca juga: Begini,Cara Bayi Valencia Diculik dari Rumah Sakit)

    Menurut Wendi, ayah Desy sudah meninggal. Sedangkan yang tinggal di Jalan Sukawarna Gang V hanya ibu Desy. Wendi sendiri mengaku hanya keluarga jauh dari Desy.

    Merujuk kartu tanda penduduk yang diteken 21 Februari 2013, Desy tercatat sebagai warga Jalan Sukawarna Gang V. Desy lahir di Bandung pada 4 Desember 1980. Status perkawinannya masih tercatat sebagai cerai hidup meski kini bersuamikan Dikdik. Pada bagian pekerjaan, Desy mengaku sebagai karyawan swasta.

    ERICK P. HARDI

    Berita lain:
    Akhirnya Polisi Temukan Bayi dan Penculiknya 
    Cerita Para Korban MH370 
    Penculik Bayi Bandung Sempat Mau Bunuh Diri



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.