Asap Tebal, Ribuan Siswa di Bukittinggi Diliburkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di daerah Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar (11/3). ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di daerah Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar (11/3). ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Padang - Ribuan siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Bukittinggi, Sumatera Barat, diliburkan selama dua hari. Sebab, kabut asap dari  kebakaran lahan dan hutan di Riau makin menebal di Bukittinggi dalam beberapa hari ini.

    "Kami meliburkan siswa TK dan SD karena mereka rentan terkena penyakit ISPA akibat kabut asap," kata Wali Kota Bukittinggi Ismet Amziz kepada Tempo, Selasa malam, 11 Maret 2014.

    Kebijakan ini berlaku sejak Rabu hingga Kamis, 12-13 Maret 2014. "Jika kualitas udara semakin memburuk, kemungkinan akan kita perpanjang. Dan akan meliburkan siswa SD hingga SMA juga," ujarnya.

    Selain itu, Ismet mengaku telah membagikan ribuan masker kepada masyarakat dan mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah, kecuali ada keperluan mendesak.

    Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Bukittinggi Erdi mengatakan jumlah siswa TK di Bukittinggi sekitar 2.336 orang. Adapun jumlah siswa SD yang diliburkan sekitar 17 ribu.

    Menurut Edri, kualitas udara di Bukittinggi di atas normal. Jadi, setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Bukittinggi, Edri mengambil kebijakan ini. Agar para siswa tak terjangkit penyakit. "Ini juga permintaan dari orang tua siswa dan para guru," ujarnya. (Baca: Darurat Asap Riau Diperpanjang Setengah Bulan )

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia mengaku rata-rata kualitas udara di Bukittinggi mencapai 300 g/nm3. "PM 10-nya telah melebihi nilai ambang batas yang dipersyaratkan. Normal PM 10 itu 150 g/nm3," ujarnya kepada Tempo, Selasa malam, 11 Maret 2014.

    Menurut Syofia, ada peningkatan jumlah penderita ISPA di Bukittinggi. Pada Januari, sebelum ada kabut asap, penderita hanya 65 orang. Lalu, pada Februari, meningkat menjadi 103 orang. "Peningkatan ini akibat kabut asap," ujarnya.

    Pada Maret ini, kata Syofia, setiap hari, penderita ISPA di Bukittinggi  bertambah lima orang. "Untuk mengantisipasinya, kita sudah bagikan masker. Masyarakat juga kita minta untuk tidak sering keluar ruangan," ujarnya.

    Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang, Rendi, mengatakan jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Selasa, 11 Maret 2014, mencapai 800-900 meter. "Dalam beberapa hari ini memang terjadi peningkatan asap," ujarnya. (Baca: Penyelidikan Kebakaran Riau Mengarah Perusahaan)

    Di Bukittinggi, kata Rendi, jarak pandang mencapai 150 meter dan di Payakumbuh batas jarak pandang 100 meter.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.