Usman-Harun Dilarang ke Singapura, Ini Kata Menlu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 1973. Pada kunjungan tersebut, Lee Kuan Yew menaburkan bunga ke makam Usman dan Harun. Dok. TEMPO/Syahrir Wahab

    Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 1973. Pada kunjungan tersebut, Lee Kuan Yew menaburkan bunga ke makam Usman dan Harun. Dok. TEMPO/Syahrir Wahab

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa tak berkomentar banyak soal KRI Usman Harun yang dilarang masuk ke perairan Singapura. Menurut Marty, pemerintah Indonesia tetap konsisten mempertahankan nama armada laut itu, apa pun pandangan Singapura. (Baca juga: Singapura, Marinir Pembunuh Tak Harus Dihormati).

    "Meski begitu, kami tetap berusaha mengelola hubungan baik dengan Singapura," kata Marty, ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2014. 

    Marty mengatakan kadang ada beda pendapat antara dua negara bertetangga. Masalah Usman-Harun sendiri merupakan perbedaan pendapat terkait sejarah. Ia menganggap ini sudah selesai sejak 1970 ketika Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, berkunjung ke Indonesia.

    "Kami tak bermaksud untuk menunjukkan tidak bersahabat, tapi hal ini sudah selesai," kata Marty. "Kini Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara saling berkomunikasi." (Baca juga: Warga Singapura Tak Persoalkan Kapal Usman-Harun).

    Sesuai rencana, satu dari tiga kapal buatan BAE System Inggris bakal tiba di Indonesia pada awal semester kedua tahun ini atau Juli nanti. Selanjutnya, kedua kapal akan dikirim secara bertahap. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut telah menentukan nama tiga kapal perang baru itu: KRI Bung Tomo, KRI John Lie, dan KRI Usman Harun.

    Pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan untuk melarang KRI Usman Harun yang memiliki panjang 90 meter itu masuk ke teritorial perairannya. Mereka beralasan, penamaan Usman Harun pada KRI itu akan membuka luka lama dari keluarga korban pengeboman gedung MacDonald di Orchard Road. 

    Nama KRI Usman Harun diambil dari dua pahlawan Korps Marinir Indonesia, Usman bin Haji Mohammad Ali dan Harun bin Said. Singapura menganggap keduanya sebagai penjahat perang dalam kasus pengeboman gedung MacDonald di Orchard Road, Singapura, pada 10 Maret 1965, saat era konfrontasi Indonesia-Malaysia.

    SUNDARI

    BERITA TERPOPULER
    Anggito Abimanyu Pernah Kecewa pada Yudhoyono
    Pesan Jokowi untuk Wali Kota Risma: Sabar ya, Bu...
    Curhat Wali Kota Risma kepada Elite PDIP
    PDIP: Ada yang Mengadu Domba dalam Kasus Risma
    Kisah Ransel Hitam Buat Sutan Bhatoegana

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.