Suami Dikelilingi Aktris, Airin Cuma Senyum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menutup muka saat menangis seusai menjenguk suaminya, Chaeri Wardana, yang ditahan di rutan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, (3/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menutup muka saat menangis seusai menjenguk suaminya, Chaeri Wardana, yang ditahan di rutan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, (3/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, Chaeri Wardana, belakangan kencang diterpa rumor mengalirkan hartanya kepada sejumlah artis. Namun, bibir Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, istri pria yang akrab disapa Wawan itu, tetap bisa menyunggingkan senyum.

    Seperti pada hari kunjungan sebelumnya, Airin kembali membesuk Wawan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini, Senin, 10 Februari 2014. Mengenakan kerudung hijau bermotif bunga-bunga cerah, kemeja putih, dan celana panjang hijau, Airin tak menjawab saat ditanya soal kabar Wawan yang membelanjakan duitnya untuk beberapa artis perempuan.

    Sembari melempar senyum, ia melangkah cepat dari resepsionis KPK menuju pintu rumah tahanan. Sepasang sepatu berlogo Gucci yang melekat di kedua kaki Airin lekas membawanya lepas dari kejaran pewarta.

    Wawan adalah tersangka dalam tiga kasus korupsi. KPK sudah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus penanganan sengketa pemilihan Bupati Lebak, pengadaan alat kesehatan di Kota Tangerang Selatan, serta pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. KPK juga menjeratnya dengan sangkaan melakukan pencucian uang.

    BUNGA MANGGIASIH

    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.