Tutup Bandara, PAN Hanya Akan Tegur Bupati Ngada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan penyesalannya atas ulah kadernya, Bupati Ngada, Marianus Sae, yang menutup Bandara Turerelo pada Sabtu lalu. "Pasti segera ada teguran dari partai karena tindakan tersebut tidak patut," kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Teguh Juwarno, saat dihubungi Tempo, Senin, 23 Desember 2013.

    Teguh menjelaskan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, tindakan pemblokiran bandara itu tetap melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Teguh yang juga merupakan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tersebut menyebut tindakan Marianus sebagai tindakan yang berlatar emosi sesaat. "Bupati sudah minta maaf secara terbuka dan kami hargai itu," katanya.

    Meski telah melakukan pelanggaran dan mendesak Kementerian Perhubungan tegas, Marianus tetap mendapat pembelaan dari partainya. Menurut Teguh, selama ini Marianus dikenal sebagai bupati yang berprestasi, tidak terlibat korupsi, serta mampu menekan biaya perjalanan dinas dari Rp 30 miliar menjadi Rp 3 miliar. Teguh mengungkapkan, selama anggota partainya tidak terlibat perkara korupsi, maka PAN akan memberikan pendampingan advokasi.

    Kepada wartawan, Marianus Sae menyatakan kecewa dengan pelayanan maskapai Merpati yang enggan mengangkutnya sehingga dia memerintahkan bandara ditutup. "Saya sudah coba menelepon Merpati agar diberikan satu tempat duduk ke Turelelo, tapi saya justru dipermainkan," kata Marianus, Ahad, 22 Desember 2013.

    Marianus mendesak Merpati karena ia tengah berada di Kupang untuk menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diserahkan Gubernur NTT. Menurut dia, acara itu tidak bisa diwakilkan. Adapun pada Sabtu, 21 Desember silam, ia harus menghadiri sidang pembahasan APBD pukul 09.00 Wita di Ngada. "Satu-satunya jalan harus gunakan Merpati," ujar Marianus.

    Marianus yang kesal lalu memerintahkan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memblokir bandara agar pesawat Merpati tidak mendarat di Turelelo. Penutupan bandara hanya berlangsung sebentar karena sekitar pukul 09.30 Wita, Bupati terbang ke Turelelo menggunakan pesawat Trans Nusa.

    MARIA YUNIAR I YOHANES SEO

    Terpopuler
    PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi

    Soal Wagub DKI, Tri Risma: Mendampingi Siapa?

    Jilbab Polwan, Din Tuding Kapolri Permainkan Agama

    Gantikan Atut, Rano Karno Hadiri Acara Demokrat

    Orang Dekat Anas Diincar Pengacara SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.