Tolak Ditilang, Pria Berserban Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorangpria berambut gondrong berpakaian putih-putih dan mengenakan serban tidak terima ditilang polisi. youtube.com

    Seorangpria berambut gondrong berpakaian putih-putih dan mengenakan serban tidak terima ditilang polisi. youtube.com

    TEMPO.CO, Karawang - Penyidik Kepolisian Resor Karawang, Jawa Barat, sudah menetapkan Sahal, pria berserban yang mengamuk saat ditilang, sebagai tersangka. Sahal, warga Cirebon, menjadi tersangka pelaku penghinaan dan pengancaman terhadap polisi saat berlangsung Operasi Zebra Lodaya 2013 di Jalan Raya Akhmad Yani, Cikampek, pekan lalu.

    Kepala Polres Karawang Ajun Komisaris Tubagus Ade Hidayat, saat dihubungi Tempo, Kamis, 12 Desember 2013, mengatakan Sahal akan diperiksa lagi sebagai tersangka. Pemeriksaan pertama sudah dilakukan Rabu, 10 Desember 2013. "Dia bersikap kooperatif," ujar Ade. "Tapi kami tidak menahannya. Hanya, dipastikan ada pemeriksaan lanjutan."

    Pria berserban alias Sahal ditilang lantaran tidak memakai helm. Di atas kepalanya bertengger serban putih. Bukannya menyadari kesalahannya, Sahal justru memaki petugas. Ia menolak ditilang dan mengamuk dengan alasan dirinya dituding sebagai teroris. "Enak saja kalian bilang aku teroris," ujar Sahal. Video rekaman Sahal mengamuk sudah tersebar di media sosial YouTube.

    Menurut Ade, polisi tidak akan melepaskan statusnya sebagai tersangka sekaligus membebaskan Sahal dari tuntutan penghinaan dan pengancaman terhadap anggotanya meski dia sudah meminta maaf.  "Belum ada pikiran ke arah situ. Kan ini ada pengaduan dari anggota dan tidak ada pencabutan atas pengaduan tersebut," kata  Ade.

    NANANG SUTISNA

    Terpopuler
    Samad: Siapa Atut, sehingga KPK Harus Takut?
    Ketua KPK: Kasus Korupsi di Banten Sangat Banyak
    Kontroversi Paus Fransiskus  
    Dikuntit Media, Jokowi: Asal Tidak Ikut Saya Mandi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.